Jubir Covid-19 Tanjabbar, Taharuddin Pastikan Tidak Ada Klaster MTQ



Selasa, 19 Oktober 2021 - 10:00:08 WIB



JAMBERITA.COM - Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi, H. Taharuddin, memastikan tidak ada Klaster MTQ.

Taharuddin mengatakan bahwa pelaksanaan Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) ke-50 tingkat Provinsi Jambi yang digelar di Kabupaten Tanjab Barat berjalan lancar, aman tanpa menimbulkan Klaster MTQ. 

Ini ditandai dengan tidak terjadinya lonjakan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 yang sebelumnya sempat dikhawatirkan Pemprov Jambi, Pemkab Tanjab Barat dan Satgas Covid-19.

"Alhamdulillah, tidak ada lonjakan kasus. Pasca kita jadi tuan rumah pelaksanaan MTQ ke-50 hanya ada ditemukan dua kasus baru. Dua orang yang terkonfirmasi positif Covid-19. Ini artinya tidak terjadi lonjakan kasus, apalagi istilah klaster MTQ," kata Jubir Satgas Covid-19 Tanjab Barat, H Taharuddin, Selasa (19/10/21)

"Dari data terbaru yang masuk per tanggal 18 Oktober untuk pasien yang sedang menjalani isolasi saat ini sebanyak 8 orang, dan yang sedang dalam status suspect ada 3 orang," jelas Taharuddin.

Menurut H. Taharuddin, ketatnya protokol kesehatan (Prokes) dan aturan yang diberlakukan pihak panitia pelaksana (Panpel) selama pelaksanaan MTQ berhasil mencegah terjadinya penularan Covid-19.

Sementara Bupati Tanjab Barat, KH Anwar Sadat mengatakan, dengan tidak terjadinya lonjakan kasus Covid-19 pasca pelaksanaan MTQ, ia sangat bersyukur karena apa yang sebelumnya sempat dikhawatirkan terjadi lonjakan kasus covid-19 tidak terjadi.

"Ya, alhamdulillah berkat sinergi kita Pemkab Tanjab Barat, TNI dan Polri tidak terjadi hal yang tidak kita inginkan. Baik itu lonjakan kasus positif Covid-19, maupun yang namanya ada klaster MTQ. Ini berkat doa dan ikhtiar kita bersama," kata KH Anwar Sadat.

Sebagai tuan rumah, Pemkab Tanjabbar selama pelaksanaan kegiatan MTQ ke-50 digelar dari tanggal 30 September hingga 8 Oktober 2021, disamping memberlakukan protokol kesehatan secara ketat juga menerapkan aturan ketat.

Mulai sejak rombongan kafilah dari masing-masing Kabupaten dan Kota sebelum masuk ke dalam Kota Kuala Tungkal, diwajibkan bagi kafilah dan official menunjukkan surat negatif Covid-19.

Membawa sertifikat vaksin dan dilakukan swab test secara acak kepada sebanyak 20 persen dari peserta MTQ yang akan masuk kota Kuala Tungkal. Hingga pembatasan peserta yang hadir di acara pembukaan MTQ dan penutupan MTQ ke-50 tersebut, dan tanpa acara seremonial, karnaval maupun pertunjukan seni.

Sementara untuk pelaksanaan perlombaan pun dibatasi hanya digelar pada siang hari, mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB. Bagi yang mau menonton perlombaan seni baca Al-Quran dipersilakan menonton secara live streaming di Medsos, Facebook maupun Youtube.

Dandim Letkol Inf Erwan Susanto mengatakan, ketatnya aturan selama pelaksanaan MTQ terbukti berhasil mencegah kasus penularan Covid-19 selama pelaksanaan MTQ ke-50.

"Ini bukti dari keberhasilan menerapkan disiplin prokes dan aturan ketat. Karena sebelum masuk ke dalam Kota Kuala Tungkal tiap peserta sudah dilakukan cek kesehatan dan karantina terlebih dahulu. Dan saat itu ada ditemukan yang positif Covid-19 segera diambil kebijakan dilarang ia ikut masuk ke dalam rombongan kafilah yang akan masuk Kota Kuala Tungkal," ujar Erwan.

"Dan langkah itu terbukti berhasil, dengan tidak timbulnya angka lonjakan kasus positif Covid-19 di Tanjabbar," tandasnya. (Hengki)



Artikel Rekomendasi