Wagub Jambi Canangkan Program Vaksinasi Bagi Keluarga



Selasa, 14 September 2021 - 22:39:43 WIB



JAMBERITA.COM - Wakil Gubernur (Wagub) Jambi Abdullah Sani secara resmi mencanangkan program Vaksinasi Covid-19 bagi keluarga oleh tenaga kesehatan Praktek Mandiri Bidan (PMB) Provinsi Jambi tahun 2021.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di lapangan BKKBN Kabupaten Muaro Jambi, Selasa (14/9/2021) dan disaksikan secara virtual oleh Kabupaten/Kota se-Provinsi Jambi. 

Pada kesempatan tersebut Ketua TP PKK Provinsi Jambi Hesti Haris juga dikukuhkan sebagai Bunda Genre masa bakti 2021-2024.

Abdullah Sani mengatakan apresiasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi atas terlaksananya kegiatan pencanangan vaksinasi covid-19 bagi keluarga sebagai bentuk komitmen mengatasi penyebaran Covid-19.

"Sudah satu setengah tahun kita bergelut dengan pandemi Covid-19, ini memberikan tantangan besar dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat dan berdampak pula terhadap sistem kesehatan, perekonomian, sosial, pariwisata dan pendidikan," terangnya.

Berdasarkan data kasus Covid-19 per 12 September 2021 tercatat akumulasi kasus positif Covid-19 di Provinsi Jambi mencapai 29.081 kasus dengan 27.218 orang dinyatakan sembuh dan 742 orang meninggal dunia.

Menurut Abdullah Sani, sejak awal pemerintah berusaha melakukan berbagai kebijakan untuk menangani pandemi covid-19 antara lain menerapkan protokol kesehatan (Prokes) yang ketat, pembatasan mobilitas masyarakat, terutama pelaksanaan vaksinasi Covid-19.

Ia menyatakan, banyaknya jumlah masyarakat Provinsi Jambi yang menjadi kelompok sasar vaksinasi diperlukan kerjasama berbagai pihak dari sosialisasi penggerakan massa dan penyadaran untuk melaksanakan vaksinasi serta pemantauan pasca vaksinasi.

"Sasaran vaksinasi covid-19 di Provinsi Jambi sejumlah 2.686.193 orang diantaranya 1.022.043 orang yang telah mendapatkan vaksinasi dosis pertama sejumlah 543.124 orang yang memperoleh vaksinasi dosis kedua," ungkapnya.

Data per 12 September 2021. Capaian ini tentu perlu ditingkatkan lagi. "Untuk itu saya mengajak masyarakat untuk mendukung tenaga kesehatan dalam melakukan upaya 3 T yaitu tes, telusur dan tindak lanjut untuk meminimalisir penyebaran covid-19 sekaligus upaya pemulihan pasien positif covid 19,” harapnya.

Menurut Abdullah Sani dengan program vaksin berbasis keluarga lebih mudah untuk mengetahui siapa yang sudah divaksin atau yang belum, sehingga diharapkan herd immunity ditingkat keluarga dapat segera terbentuk.

Disamping itu, upaya percepatan vaksinasi dengan sasaran keluarga dilakukan berdasarkan Kartu Keluarga (KK) sehingga memudahkan dalam pendataan, penggerakan dan pelaporan.

“Besar harapan saya seluruh warga masyarakat berpartisipasi dalam vaksinasi Covid-19 yang mudah diakses baik di Rumah Sakit, Puskesmas, (PMB) ataupun Fasilitas Kesehatan lainnya," katanya.

Selanjutnya Abdullah Sani juga menyatakan bahwa dengan dikukuhkannya Bunda Genre yang diemban oleh Ketua TP PKK Provinsi Jambi merupakan langkah penting dalam perlindungan generasi muda.

Program Genre merupakan program yang dikembangkan dalam penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja melalui pemahaman tentang pendewasaan usia perkawinan. 

“BKKBN melalui program Genre mengajak remaja untuk merencanakan kehidupan masa depannya mulai dari mengenal diri sendiri, memahami tentang pubertas, reproduksi kesehatan remaja, bagaimana menjauhi perilaku beresiko dan mempersiapkan kehidupan keluarga," ujarnya.

Pada kesempatan ini Gubernur menerima dengan sepenuh hati amanah sebagai Ayah dan Bunda Genre Provinsi Jambi dan Mohon bantuan kerjasama serta komitmen dari stakeholder atau lintas sektor dalam mensukseskan program Genre ini.

Sementara itu Bunda Genre Provinsi Jambi Hesty Haris mengajak agar seuruh komponen masyarakat dan Pemerintah seluruh Kabupaten Kota di Provinsi Jambi berperan dalam mensukseskan program Generasi Bersama atau Genre. 

"Kami berharap seluruh wilayah kota di Provinsi Jambi berkoordinasi dengan baik dengan anak-anak kita sehingga anak-anak kita berkembang menjadi anak-anak yang berkualitas dengan menjadi generasi yang berencana," pintanya.

Hesti Haris juga menyatakan harapannya agar orang tua berani dan tegas dalam mendidik anak-anak dalam menerapkan tiga hal, yaitu pertama menolak seks sebelum nikah, kedua menolak nikah pada usia anak dan ketiga menolak NAFSA.

“Sampaikan pada anak anak-anak kita menikahlah bukan karena bencana tapi Menikahlah karena direncanakan," pungkasnya.(afm)





Artikel Rekomendasi