Berdayakan Suku Anak Dalam, UNJA Gaet PT. SAL Sebagai Mitra



Selasa, 14 September 2021 - 18:04:08 WIB



JAMBERITA.COM, SAROLANGUN- Dalam rangka akselerasi perubahan sosial komunitas Suku Anak Dalam (SAD) di Kawasan Taman Nasional Bukit Duabelas (TNBD) Kabupaten Sarolangun Provinsi Jambi, UNJA bersama PT. Sari Aditya Loka (PT. SAL) akan melaksanakan berbagai kegiatan pemberdayaan melalui Program Matching Fund (MF) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia tahun 2021. Untuk kesuksesan program ini, diperlukan peran serta berbagai pihak antara lain pemerintah daerah, dunia usaha dan industri (DUDI), NGO, Balai TNBD dan masyarakat sekitar. Terkait dengan itu, tim MF UNJA yang diketuai Dr. Fuad Muchlis telah melakukan audiensi sekaligus sosialisasi program kepada berbagai pihak terkait untuk menjelaskan konsep, ide dan rencana kegiatan yang akan dilakukan, serta untuk menggali pengalaman dan mendapatkan masukan yang diperlukan. 

 

Sosialisasi awal kepada kelompok sasaran program dilakukan oleh Tim MF UNJA bersama Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama dan Sistem Informasi, Bapak Prof. Dr.rer.nat. Rayandra Asyhar, M.Si. di Aula Kantor Camat Air Hitam, Kabupaten Sarolangun pada tanggal 31 Agustus 2021 yang dihadiri oleh Camat, Kepala Desa dan aparatur desa di wilayah sasaran, yakni Desa Lubuk Jering, Pematang Kabau dan Bukit Suban; serta perwakilan dari PT. SAL. Pada pertemuan tersebut, Ketua dan anggota tim MF UNJA menjelaskan tentang rencana Kegiatan Pemberdayaan SAD bersama PT. SAL melalui Program MF Kemendikbudristek 2021. Sementara, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama dan Sistem Informasi UNJA menyampaikan terimakasih kepada Camat Air Hitam dan para Kepala Desa yang hadir dan berharap dapat memfasilitasi program kolaboratif ini. Lebih jauh Prof. Ray, demikian beliau biasa disapa, menjelaskan bahwa program ini akan memberikan multimanfaat, tidak hanya bagi saudara2 kita SAD dan pemerintah daerah, melainkan juga bagi mahasiswa dan dosen, serta bagi PT. SAL sebagai mitra. Kecuali itu, program ini merupakan aksi nyata UNJA dalam ikut serta membantu pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyakarat melalui Tridharma Perguruan Tinggi. Bagi UNJA, daerah ini akan dijadikan sebagai Desa Laboratorium Terpadu (DLT) dengan  Program MF sebagai wadah bagi mahasiswa dan dosen untuk implementasi merdeka belajar kampus merdeka (MBKM) yang berorientasi pada pencapaian indikator kinerja utama (IKU) kementerian. Dari pertemuan tersebut, tim MF UNJA mendapatkan beberapa data dan informasi yang sangat berguna bagi pelaksanaan program.

Selanjutnya, audiensi dan sosialisai dilaksanakan pada tanggal 10-11 September 2021 di Desa Bukit Suban Kec. Air Hitam, dihadiri oleh Tengganai dan Temenggung SAD, yakni H. Jailani/Temanggung Tarip, dan H. Anwar/Temenggung Betaring (Tengganai), Temenggung Nggrip, Temenggung Bepayung, Temenggung Kecinto, Temenggung Melayau Tua dan beberapa perwakilan SAD. Selain itu juga hadir Guru Sekolah Alom Tijah, dan dari tim Matching Fund UNJA, yakni Dr. Fuad Muchlis, Dr. Ardi Novra, Dr. Bambang Hariadi, Elwamendri, M.Si, Idris Sardi, M.Si, Riri Oktari Ulma, M.Si dan Siti Kurniasih, M.Si.

Ketua Tim Matching Fund UNJA, Dr. Fuad Muchlis, menyatakan bahwa program ini dilatarbelakangi oleh sebuah keinginan mengembangkan jejaring, termasuk kepada dunia usaha dan industri (DUDI) dalam pengembangan IPTEK,yang harus berorientasi pada pemecahan berbagai permasalahan di masyarakat yang juga dihadapi oleh DUDI. Dalam konteks SAD yang membutuhkan dukungan percepatan perubahan sosial, maka program MF akan berfokus pada 3 kegiatan utama, yakni pemberdayaan ekonomi, melalui inventarasir dan pengolahan tanaman obat dan membuat demplot tanaman endemik dan kehutanan, renovasi model pendidikan di komunitas SAD dan pengintegrasian sistem sosial dan budaya SAD dengan pemerintahan formal. Kegiatan yang didukung penuh oleh Dirjen Dikti Kementerian Pendidikan, Kebudayaan dan Ristek DIKTI akan melibatkan dosen dari beragam disiplin ilmu dan 40 orang mahasiswa dari berbagai Program Studi selama 4 bulan, yakni September hingga Desember 2021. Lebih lanjut Fuad berharap, output dari kegiatan ini, tidak saja merekognisi aktivitas mahasiswa menjadi sks mata kuliah tertentu sebagai implementasi MBKM, tetapi juga publikasi ilmiah bereputasi dari para dosen yang terlibat dalam kegiatan ini.  

Pihak Manajemen PT. SAL memandang positif rencana ini. " Kami menyambut baik untuk program ini. Pembangunan Sosial SAD membutuhkan sinergi multipihak " ujar Wahyu Medici Ritonga, Direktur PT Sari Aditya Loka. Wahyu berharap kerja sama matching Fund ini mampu menghasilkan dampak yang signifikan bagi Kemandirian dan Kesejahteraan Komunitas SAD di masa datang.(*)



Artikel Rekomendasi