Waspada Badai Sitokin pada Pasien Covid-19



Jumat, 10 September 2021 - 06:45:41 WIB



dr Ikalius
dr Ikalius

JAMBERITA.COM- Istilah badai sitokin pada pasien Covid-19 kembali mengemuka. Ini Setelah Youtuber Dedy Corbuzer yang sempat terinfeksi virus Covid-19 ini mengalami badai sitokin dan sempat kritis beberapa hari.  Lalu apa badai sitokin ini?

Dokter Spesialis Paru, Sp P mengatakan Badai sitokin adalah reaksi berlebihan dari sel inflamasi. Inflamasi atau peradangan terjadi masif sehingga merusak organ terutama paru. Selain paru,organ lain juga dikenai seperti ginjal,hati,otak,jantung dan lainnya.

“Badai sitokin menyebarkan multi organ failure (MoF). Manifestasinya pada pasien kelainan pada organ tersebut. Jika organ hati yang kena ada peningkatan SGOT/SGPT ,jika ginjal dipantau ureum dan kreatinin . Juga dapat meningkat CRP, dan dimer (darah kental) dalam darah,” katanya kepada jamberita.com.

Apa saja gejalanya? Tergantung organ yang rusak. Gejalanya  jika di paru sesak nafas, ginjal ureum kretinin naik, gangguan hati SGOT/sgpt naik. Jika di dimer naik atau kekentalan darah bisa jantung koroner dan stroke.

Ia mengatakan Badai sitokin mendapat perhatian lebih karena pandemi Covid-19. Karena Badai sitokin menjadi salah satu penyebab beberapa orang dengan Covid-19 mengalami kondisi yang serius. Dalam keadaan normal, sitokin ini membantu mengoordinasikan respons sistem kekebalan untuk menangani zat menular, seperti virus atau bakteri. 

Pada pasien Covid-19, peningkatan beberapa sitokin inflamasi tampaknya terlibat dalam pengembangan sindrom gangguan pernapasan akut, penyebab utama kematian pada orang yang berurusan dengan penyakit Covid-19.  Gejala badai sitokin Badai sitokin dapat menyebabkan banyak gejala yang berbeda.

Lalu apa yang harus dilakukan? Dr Ikalius mengatakan pada pasien yang sedang isolasi mandiri jika gejala covid ringan jarang tidak terjadi badai sitokin. Tapi jika memberat seperti sesak napas meningkat, demam tinggi, diare dan saturasi oksigen mulai turun dibawah 94 sebaiknya segera ke rumah sakit.  Karena kondisi ini jika tidak ditangani dengan baik bisa menyebabkan kematian.

Karena itu yang terpenting melakukan pencegahan. Salah satunya jangan sampai tertular cobid-19. Jika kemudian terkena, ada beberapa obat anti inflasi yang bisa dikonsumsi seperti jenis kortikosteroid (metil prednisolon, dexametason).(sm)





Artikel Rekomendasi