Hadirkan KPPN, Agribisnis UNJA - PERHEPI Jambi Bahas Inovasi Penyuluhan Pertanian di Era New Normal



Kamis, 09 September 2021 - 18:05:05 WIB



JAMBERITA.COM - Jurusan Agribisnis Faperta UNJA bekerjasama dengan Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (PERHEPI) Komisariat Jambi menggelar Agribussiness Discussion Forum (ADF) dengan tema Inovasi Penyuluhan Pertanian Di Era New Normal secara Virtual melalui aplikasi zoom meeting (8/9/2021).

ADF 2021 sesi ke-2 kali ini menghadirkan narasumber  Prof. Dr. Ir. Bustanul Arifin, M.Sc (Ketua Komisi Penyuluhan Pertanian Nasional/KPPN), Muhammad Syariful Jamil M.Si (Widyaiswara Balai Pelatihan Pertanian Jambi Kementerian Pertanian RI) dan  Dr. Fuad Muchlis S.P M.Si (Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Faperta UNJA) dengan moderator Dr. Ir. Rosyani, M.Si.

Prof Bustanul yang juga Ketum Pengurus Pusat PERHEPI dalam presentasinya membahas Tantangan Penyuluhan dalam Membangun Agribisnis Terpadu, Modern dan Berkelanjutan. Sistem agribisnis yang terpadu, modern dan berkelanjutan dapat dikembangkan melalui Korporatisasi Petani, sebuah ekosistem untuk membangun Agro-entrepreneur dan harus didukung oleh ketersediaan fasilitas agro-input, pendampingan teknologi dan inovasi, fasilitasi pemasaran, inkubator agribisnis dan perlindungan hak petani. Terkait hal tersebut, maka KPPN mendorong dan mengawal perubahan kebijakan penyuluhan pertanian, terutama melakukan revisi UU 16/2016 tentang SP3K, baik revisi kelembagaan, ketenagaan, pembiayaan, sarana dan prasarana dan kelembagaan petani yang saat ini sedang dibahas oleh DPD RI.

Sementara itu Syariful Jamil, M.Si dari Bapeltan Jambi memaparkan materi tentang Kinerja Penyuluhan Pertanian. Pada Masa Pandemi Covid19 yang menuntut pembatasan sosial, sehingga  penyelenggaraan penyuluhan di lapangan juga harus menyesuaikan diri, seperti merubah metode pendampingan dan frekuensi kunjungan, seperti komunikasi  online via WA group, bimbingan teknis via kanal youtube dan sejenis. Kendati demikian, kinerja penyuluhan di Tahun 2020 relatif baik, kelembagaan petani meningkat kapasitasnya menjadi kelembagaan ekonomi petani dan terjadi peningkatan penerapan teknologi pertanian oleh petani.

Dr. Fuad Muchlis, sebagai narasumber ketiga yang juga Sekretaris PERHEPI Komisariat Jambi mengingatkan adanya ancaman stagnasi regenerasi SDM, dimana jumlah petani dari waktu ke waktu terus berkurang dan didominasi oleh kelompok usia lanjut. Hal ini bisa dikarenakan fenomena Brain Draian, dimana kelompok muda terdidik umumnya tidak kembali ke desa (bertani) dan atau bekerja di luar sektor pertanian. Oleh karenanya Inovasi Komunikasi dalam kegiatan penyuluhan diperlukan untuk memantik semangat kelompok milenial termotivasi beragribisnis.

Kreatifitas komunikasi bisa dilakukan dengan pendekatan digital (IT, seperti pemanfaatan cyber extension dan platform lain yang relevan), komunikasi bisnis yang juga harus adaptif dengan E commerce, sehingga petani/kelompok tani kedepan bisa membangun platform market place sendiri, serta berkolaborasi dengan berbagai stakeholders untuk mendukung keberhasilan penyuluhan di lapangan. Tantangannya adalah penguatan kapasitas SDM penyuluh yang harus terus didorong berinovasi.  

Peserta yang hadir berasal dari, seperti akademisi, praktisi, terutama dari PPL dari berbagai wilayah di Indonesia, mahasiswa, petani dan masyarakat umum. Kegiatan ini dilakukan secara online dan diikuti lebih dari 450 orang. Acara dibuka oleh Dekan Fakultas Pertanian UNJA, Prof Dr. Ir. Suandi, M.Si, setelah sebelumnya disampaikan sambutan dan Ketua panitia, sekaligus Sekretaris Jurusan Agribisnis, Fendria Sativa, M.Si dan Ketua PERHEPI Komisariat Jambi. Dr. Ardi, S.P, MSi. (sm)

 



Artikel Rekomendasi