JAMBERITA.COM- Sebagai negara pertama yang menghadapi Covid-19 kondisi China relatif stabil setelah berhasil keluar dari krisis wabah di Wuhan. Namun, kehadiran varian Delta belakangan ini membuat China tampaknya harus bersiap kembali menghadapi ancaman COVID-19.
Kemunculan satu kasus COVID-19 di Kota Nanjing pada 20 Juli 2021 lalu dilaporkan telah menyebar ke 200 orang di 13 kota. Media pemerintah setempat menyebut kemunculan klaster ini jadi ancaman wabah yang terburuk di China setelah krisis Wuhan.
Otoritas mengatakan vairan delta jadi penyebab penyebaran kasus yang begitu cepat. Pejabat dinas kesehatan di kota Nanjing, Ding Jie, menyebut kasus pertama dilacak pada seorang petugas kebersihan yang bekerja di penerbangan dari Rusia pada 10 Juli 2021.
Petugas tersebut dilaporkan tidak disiplin mengikuti protokol kesehatan. "Ada masalah pengawasan dan manajemen yang tidak profesional," komentar anggota Badan Penegak Disiplin Partai Komunis China, seperti dikutip dari BBC, Sabtu (31/7/2021).
Otoritas China kini sedang menjalankan program pelacakan agresif dengan 9,3 juta penduduk kota dijadwalkan menjalani pemeriksaan.(sumber:detik.com)
IW Apresiasi Pengawasan Ketat OJK Kepada Bank Jambi : Kapan Audit Forensik Keluar?
Pastikan Legalitas Tata Kelola BLUD, Kanwil Kemenkum Jambi Harmonisasikan Ranperbup Merangin
Genjot Kinerja Pembinaan Hukum, Kakanwil Jajaran Ikuti Arahan BPHN
Kementerian PANRB Tetapkan Nilai Ambang Batas SKD Seleksi CPNS 2021
Kapolri Instruksikan Seluruh Jajaran nya Kawal Anggaran Covid-19 dan Pastikan Bansos Tepat Sasaran


Genjot Kinerja Pembinaan Hukum, Kakanwil Jajaran Ikuti Arahan BPHN


