RSUD Raden Mattaher Jambi Targetkan Inovasi Manempel Melek Gaet Top 45 Tingkat Nasional



Kamis, 01 Juli 2021 - 16:58:33 WIB



Direktur RSUD Raden Mattaher Provinsi Jambi dr Fery Kusnadi SpoG
Direktur RSUD Raden Mattaher Provinsi Jambi dr Fery Kusnadi SpoG

JAMBERITA.COM - Inovasi Manajemen Pengelolaan Limbah Menjadi Limbah Nilai Ekonomis (Manempel Melek) RSUD Raden Mattaher Provinsi Jambi kini masuk ke top 99 di tingkat nasional dalam kompetisi inovasi pelayanan publik.

Acara ini diselenggarakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI (Menpan RB).

Direktur RSUD Raden Mattaher Provinsi Jambi dr Fery Kusnadi SpoG membenarkan, pihaknya kini mengikuti lomba inovasi di tingkat nasional dan kini sudah berada di Top 99.

"Harapan kami dengan ikutnya kami sebagai salah satu peserta inovasi di Kementerian Pan RB ini, kami sangat berharap bahwa Manempel Melek mendapatkan suatu apresiasi, baik itu dari tingkat nasional maupun dari tingkat provinsi Jambi," jelasnya.

Kepala Instalasi Kesehatan (Kesling) RSUD Raden Mattaher Ben Patar Siahaan menjelaskan, dalam lomba inovasi ini diikuti oleh setiap instansi dari seluruh Indonesia atau Sabang sampai Marauke.

"Alhamdulillah RSUD Raden Mattaher mewakili Provinsi Jambi sudah masuk ke Top 99, berharap ini bisa masuk ke Top 45," tuturnya.

Ben berharap inovasi ini bisa melaju ke Top 45, sehingga ini bisa dihak patenkan oleh pihak rumah sakit dan dapat menjadi contoh dari seluruh rumah sakit secara nasional. "Mudah-mudahan, amin," harapnya ketika dijumpai jamberita.com.

Ben juga menjelaskan adapun keunggulan inovasi Manepel Melek ini yaitu bisa menghemat biaya rumah sakit, karena saat hendak membuang dan dilakukan pemusnahan itu mengeluarkan biaya yang sebelumnya Rp22 ribu rupiah perkilogram.

"Karena limbah B3 ini tidak boleh dibuang sembarangan, harus pakai safety box yang terjamin. Sekarang dengan adanya inovasi ini, RSUD tidak lagi mengeluarkan biaya, baik ketika kita membuang dan kedua kita tidak lagi membeli safety box yang selama ini juga kita beli Rp30 ribu perbuah," terangnya.

Ben mengatakan, kalau dikalkulasikan setiap tahunnya pihak RSUD Raden Mattaher Provinsi Jambi harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit, yakni angka pasti di tahun 2019 itu sebesar Rp711.394.000 dan di tahun 2020, itu Rp510,522,000,00.

"Itu angka selama ini, baik saat kita membuang, maupun disaat kita beli safety box. Nah dengan adanya inovasi ini, kita tidak lagi membeli safety box, kita Kesling sudah bisa mengelola ini untuk pembuatan safety box," jelasnya.

Keunggulan safety box yang dikutkan dalam perlombanan inovasi ini, pertama kapasitas lebih besar, lebih kuat dan aman serta ramah lingkungan, tentunya sangat menjamin keamanan bagi para petugas pengelola limbah, sebab sangat berbeda dengan safety box yang selama ini digunakan hanya terbuat dari kardus.

"Sekarang safety box kita berbentuk drigen yang terbuat dari plastik yang tebal, jadi ketika ada jarum bekas, pecahan botol dan benda tajam lainnya tidak akan tembus lagi," jelasnya.

Sejauh ini, Inovasi Manempel Melek sudah di persentasikan oleh Pj Gubernur Jambi Nur Cahya Murni Rabu (30/6/2021) kemarin, bersama Direktur RSUD Raden Mattaher dr Fery Kusnadi SpOg dan pihak Intalasi Kesling.

"Alhamdulillah, pihak Menpan RB setelah ini di persentasekan kemarin, selaku penyelenggara mensuport inovasi RSUD Raden Mattaher," terangnya.

Penelusuran jamberita.com, Inovasi ini mulai muncul sejak tahun 2019 di era Plt Direktur Utama RSUD Raden Mattaher drg Iwan Hendrawan dan pernah mendapat juara 1 tingkat Provinsi.

Kemudian kini dilanjutkan oleh Kepemimpinan era Direktur RSUD Raden Mattaher Provinsi Jambi dr Fery Kusnadi SpoG ke tingkat nasional. Ini diharapkan dapat membawa nama baik Provinsi Jambi serta peningkatan pelayanan terhadap masyarakat Provinsi Jambi khususnya.(afm)





Artikel Rekomendasi