PANDEMI Covid-19 memberi dampak negatif yang cukup kuat pada sektor perekonomian. Kekurangan pemasukan uang belanja dapur dan kebutuhan hidup sehari-hari bukan lagi cerita tabu yang akan disimpan rapi-rapi.
Karena semua orang memaklumi kondisi lemahnya perekonomian masyarakat kita sejak pandemi mewabah.
Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat) yang menyadari akan keresahan dan kegundahan masyarakat berusaha memutar otak mengakali agar sektor kebutuhan ekonomi tidak sampai turut lockdown juga.
Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs KH Anwar Sadat, M.Ag beberapa kali mengutarakan keresahan dan keprihatinannya terhadap kondisi rumit yang sedang dihadapi warga masyarakat yang dipimpinnya.
Hingga akhirnya ia menggagas sebuah pemikiran yang dirasa cukup mumpuni sebagai bagian dari kearifan lokal. Sebagai cara menumbuh kembangkan sektor usaha dan pengusaha mikro baru dalam situasi tekanan pandemi Covid 19 seperti saat ini.
Sehingga bisa memberi dampak positif bagi perekonomian masyarakat Tanjab Barat. "Kita tidak bisa hanya berdiam diri. Kita harus berbuat dan berjuang menyesuaikan diri dengan keadaan yang ada. Keadaan tidak akan bisa berubah kecuali dengan kita sendiri yang berikhtiar sembari diiringi doa merubah keadaan tersebut," ujar KH Anwar Sadat, yang merupakan putra Syekh M Ali Wahab pengasuh Pondok Pesantren Albaqiyatus Shalihat, Kualatungkal, Tanjung Jabung Barat, Jambi, Jumat (28/5/21).
Berangkat dari prinsip dan kesadaran itulah akhirnya Anwar Sadat sebagai bupati yang punya wewenang, dengan idenya itu, selanjutnya menggelar dan membuka acara pelatihan kewirausahaan bagi pengusaha pemula mikro dalam rangka pelatihan pembuatan batik pada tanggal 27 sampai 29 Mei 2021.
Anwar Sadat mengatakan ada beberapa batik khas Tanjabbar yang di launching hari ini. Batik-batik tersebut memiliki motif unik yang melambangkan khas kabupaten Tanjabbar.
Dengan bermodalkan berbagai corak khas kain batik Tanjab Barat, yang diangkat dari komoditas khas Tanjab Barat. Dari komoditas perkebunan, seperti kopi liberika, pinang, buah pidada, dan dari komoditas laut, seperti udang ketak, ikan dan kerang. Kegiatan Peningkatan Kapasitas Koperasi dan UKM (PK2UKM) ini dilaksanakan dengan menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fsik Kementerian koperasi dan UKM RI tahun 2021.
Mengenakan baju batik khas Tanjab Barat, Anwar Sadat saat membuka acara mengatakan pelatihan ini adalah penting dan memberikan manfaat besar bagi perkembangan UMKM di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
"Ini adalah sebuah inovasi kami dalam rangka untuk meningkatkan UMKM mikro dan menggerakkan ekonomi," katanya. Ini semua kata Anwar, agar dampak dari Covid-19 tidak memukul jatuh sektor UMKM sebagai unit dari pertahanan ekonomi masyarkat.
"Oleh karena itu kami Pemkab Tanjung Jabung Barat membuat aturan pada aparatur sipil negara (ASN) untuk menggunakan batik khas Tanjung Jabung Barat. Karena ini potensi sangat besar dan market-nya yang jelas," kata Anwar Sadat.
Ia berharap kepada para peserta untuk aktif sampai selesai sehingga harapan batik khas Tanjung Jabung Barat sebagai produk unggulan bisa terjual dan mendatangkan omzet bagus.
Bupati Anwar Sadat memberikan alat membatik kepada peserta yang diserahkan oleh ketua Dekranasda Tanjung Jabung Barat Hj. Fadilah Sadat di Aula hotel dan dilanjutkan di ruang dan halaman gerai dekranasda hal ini disebabkan pada acara pelatihan membatik dibutuhkan kesempatan praktek pada ruang terbuka dengan curahan sinar matahari. (Henky)
Keren, Atlet Angkat Besi Jambi Boyong 3 Emas Sekaligus di Kejurnas Jabar
Kemenkum Jambi Gandeng Akademisi dan Pengusaha Kenalkan Keunggulan Layanan Apostille
Pangkas Hambatan Investasi, Kemenkum Jambi Pastikan Aturan Baru di MPP Tak Tabrak Hukum
Pj Gubernur Jambi Gelar Rakor Bahas Lokasi Eks MTQ, Al Haris Segera Percantik Rumah Adat Merangin


Pangkas Hambatan Investasi, Kemenkum Jambi Pastikan Aturan Baru di MPP Tak Tabrak Hukum



