JAMBERITA.COM - Perjuangan melawan pandemi Covid-19 masih terus dilakukan di segenap sektor. Tak terkecuali di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), upaya mencegah dan memutus rantai penyebaran virus mematikan itu terus dilakoni.
Fatimah salah seorang karyawan SPBU Muntialo, Pematang Lumut, Betara, Tanjung Jabung Barat, menuturukan, upaya memutus rantau sebaran covid-19, selain dilakukan dengan cara menerapkan protokol kesehatan (Prokes) dengan menjalankan program 3M secara disiplin. Juga dengan cara mengkonsumsi vitamin dan minuman suplemen.
Seperti diutarakan Fatimah yang mengaku sudah bekerja sejak tahun 2008 di SPBU Muntialo, semenjak pandemi covid-19 mewabah mulai tahun 2020 lalu hingga hari ini. Ia bersama karyawan lainnya yang bekerja di SPBU Muntialo rutin diberi vitamin dan minuman suplemen.
Pemberian vitamin dan minuman bersuplemen itu guna mempertahankan daya imun dan kesehatan tubuh mereka supaya bisa tetap fit dalam bekerja
"Kami rutin diberi vitamin C dan minuman kesehatan selama pandemi ini, selang 3 hari sekali. Saat bekerja pun kami diwajibkan menerapkan prokes secara disiplin. Cuci tangan, pakai masker dan jaga jarak. Alhamdulillah sejauh ini, kami yang bekerja di SPBU ini yang jumlahnya sekitar 20 orang dalam kondisi sehat semua," kata Fatimah, perempuan berjilbab itu, sembari tersenyum, Selasa (25/5/21).
Berdasarkan pantauan di POM Bensin Muntialo, semua petugas yang melayani pelanggan terlihat memakai masker.
Selain petugas, pelanggan di SPBU Muntialo terlihat tingkat kesadarannya sudah cukup tinggi dalam melaksanakan prokes dengan memakai masker. Salah satunya konsumen SPBU Muntialo, Arif. Dia mengaku selalu memakai masker saat beraktivitas di luar rumah.
"Ya, selalu saya pakai masker. Kalau pun lupa misalnya, saya pilih balik lagi ke rumah ambil maskernya. Soalnya selain jaga-jaga karena ancaman virus cororna. Pakai masker ini juga terasa lebih nyaman menjaga kita dari debu debu jalanan yang beterbangan," ujarnya.
Sementara pemilik SPBU Muntialo Willy Chan atau akrab disapa Aju mengatakan, ia sengaja membuat kebijakan sesuai dengan kondisi yang sedang dihadapi saat ini.
Untuk tetap bertahan dengan baik di saat ancaman pandemi, ia harus menyesuaikan diri. Termasuk diantaranya dengan menjalankan prokes dengan baik dan peduli terhadap kesehataan para pekerjanya yang bertugas di lapangan agar perputaran roda ekonomi tetap berjalan dan bertahan.
"Membaca kondisi yang ada, ya kita harus bisa menyesuaikan diri dengan keadaan. Biar semua tetap bisa berjalan dengan baik," ujar Aju.
Meski diakuinya, untuk omzet sendiri pada awal-awal masa pandemi sempat turun cukup drastis hingga mencapai 50 persen, karena mobilitas aktivitas masyarakat yang menurun.
Namun secara perlahan kini semua sudah berjalan normal kembali, walau tidak sepadat sebelum pandemi mewabah.
"Yang penting semua masih bisa berjalan, roda bisnis masih berputar dan karyawan kita masih bisa tersenyum, dan menafkahi keluarganya," ujar Aju, menambahkan. (Henky)
Keren, Atlet Angkat Besi Jambi Boyong 3 Emas Sekaligus di Kejurnas Jabar
Kemenkum Jambi Gandeng Akademisi dan Pengusaha Kenalkan Keunggulan Layanan Apostille
Pangkas Hambatan Investasi, Kemenkum Jambi Pastikan Aturan Baru di MPP Tak Tabrak Hukum
H Al Haris: TMMD Sedikit Dana Bisa Bangun Lebih dari Targetnya


Pangkas Hambatan Investasi, Kemenkum Jambi Pastikan Aturan Baru di MPP Tak Tabrak Hukum



