Massa Desak Oknum Waka DPRD Tebo Terdakwa Pengerusakan Hutan Ditahan



Sabtu, 01 Mei 2021 - 12:14:46 WIB



Suasana Aksi
Suasana Aksi

JAMBERITA.COM - Sejumlah massa yang tergabuung dalam Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) MAPPAN dan AKRAM menggelar unjuk rasa di depan Kantor Pengadilan Tinggi Jambi Jum'at, (30/4/2024) kemarin.

Mereka berunjuk rasa meminta penjelasan soal proses hukum yang menjerat oknum Wakil Ketua DPRD Tebo, Syamsu Rizal. Dimana Ia sudah berstatus terdakwa dengab dugaan kasus perusakan hutan.

Salah satu pengunjuk rasa LSM AKRAM Amir Akbar mempertanyakan kenapa Pengadilan Negeri Tebo terlalu sungkan untuk menahan Syamsu Rizal meskipun telah berstatus terdakwa. “Tahan segera. Seharusnya pelaku perusakan hutan harus di hukum maksimal. Penjarakan," tegasnya.

Amir juga mempertanyakan kenapa proses hukum antara Syamsu Rizal dengan kedua anak buahnya berbeda. “Kenapa Syamsu Rizal jalan-jalan berstatus terdakwa, sementara kedua anak buahnya sudah dipenjara dengan vonis penjara masing-masing 1 tahun dan denda Rp 500 juta.? Kenapa bisa berbeda seperti ini,? apa begini proses peradilan kita?," tuturnya.

Setelah berorasi, para pengunjuk rasa akhirnya diterima oleh petugas Humas Pengadilan Tinggi, Sianturi. Ia memastikan bahwa keputusan hakim itu bersifat mandiri, namun dia meyakinkan para pengunjuk rasa untuk terus memantau jalannya persidangan.

“Yang pasti, kami akan tetap memantau jalannya persidangan ini. Kami akan tetap berkoordinasi dengan Ketua Pengadilan Negeri Tebo. Itu boleh dipegang," bebernya.

Sianturi juga tampak kaget, kaget begitu dijelaskan bahwa terdakwa Syamsu Rizal sedang berada di Jakarta hingga Sabtu, 1 Mei 2021. “Hah, bukannya Senin besok (3 Mei 2021) akan bersidang, agendanya keterangan saksi ahli,” sebutnya.

Seperti diketahui, Pengadilan Negeri Tebo telah menetapkan Syamsu Rizal menjadi tahanan kota sejak 29 Maret 2021 hingga 27 April 2021. Namun dia justru sudah berangkat ke Jakarta pada 26 April 2021 untuk mengikuti kunjungan kerja DPRD Tebo pada 27 April 2021 hingga 1 Mei 2021.

Sianturi berkata, menghargai kepedulian LSM MAPPAN yang peduli dengan pengusutan kasus di Tebo tersebut. “Memang seperti ini seharusnya, masyarakat melakukan kontrol terhadap jalannya proses hukum,” katanya.

Selanjutnya, Korlap Aksi Hadi Prabowo mengatakan bahwa selama Armansyah Siregar menjadi Ketua Pengadilan Negeri Tebo, kasus ini merupakan perkara kedua yang menyeret dua anggota DPRD Kabupaten Tebo hingga ke ranah persidangan.

Tahun 2019 Armansyah Siregar juga pernah menangani kasus Jumawarzi, Anggota DPRD yang menggunakan gelar akademik tanpa hak. Jumawarzi divonis penjara 2 bulan dan denda Rp 10 juta.

“Padahal, semestinya Jumawarzi dapat dipidana 10 tahun dan denda Rp1 M. Jelas ini sangat tidak berkeadilan,” sesalnya.

Hadi khawatir, hal serupa akan terjadi pada perkara terdakwa Syamsu Rizal. Ia menilai Pengadilan Negeri Tebo tidak berdaya dan terkesan mengistimewakan kalangan pejabat ketimbang rakyat.

“Kalau rakyat kecil sudah pasti ditahan dulu baru sidang. Sebaliknya, kalau pejabat sudah sidang pun tak kunjung dipenjarakan. Sama halnya dengan kasus ini,” pungkasnya.(afm)

 










loading...