OPINI: Satu Tahun Pandemi, Jurang Antara Si Kaya Dan Miskin Melebar Dan Dalam



Sabtu, 06 Februari 2021 - 09:08:17 WIB



Noviardi ferzi
Noviardi ferzi

Oleh : Dr. Noviardi Ferzi, SE.MM

Laporan lembaga Oxfam International tahun 2020 lalu, menyebutkan Pandemi Covid 19 telah memberikan dampak dengan kedalaman yang berbeda di seluruh dunia. Namun yang pasti kepincangan ekonomi di hampir setiap negara kini suatu kondisi yang tak terelakkan, dimana hal ini baru pertama kali terjadi.

Perubahan kondisi keuangan ini menimbulkan banyak orang yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sehingga tidak bisa memperoleh pendapatan. Misalnya, sekitar lebih dari 112 juta perempuan berisiko kehilangan pekerjaannya jika laki-laki dan perempuan sama-sama terwakili di sektor-sektor yang dirugikan oleh pandemi.

Ironisnya ternyata ada pula orang-orang yang justru mendapat kekayaan yang berlimpah saat adanya masa pandemi. Setidaknya dalam waktu sembilan bulan telah membuat hampir 1.000 miliuner teratas dunia berhasil menambah kekayaan mereka, dan sekarang dunia menyaksikan peningkatan kepincangan terbesar dalam sejarah ekonomi dunia, dan ini sama mematikannya dengan virus.

Sementara itu, orang-orang yang bisa dibilang kaya, pada umumnya mampu bertahan menghadapi masa pandemi Covid-19 dengan cukup baik. Meski pasar saham sempat ambruk pada bulan-bulan awal pandemi, mereka mampu bangkit kembali.

Sebagai contoh miliuner dunia, kekayaannya telah tumbuh hingga sebesar USD 3,9 triliun, ini terjadi antara kurun waktu Maret hingga akhir Desember 2020 saja, ketika masyarakat dunia di puncak rasa takut akan virus ini.

Namun bagi mereka yang dikelas bawah Pandemi telah mendorong 60 juta orang jatuh ke dalam jurang kemiskinan. Untuk melawan ketidaksetaraan status tersebut pemerintah di dorong melakukan investasi jangka panjang untuk penyediaan layanan publik yang memungkinkan terciptanya jutaan lapangan pekerjaan, selain memastikan setiap orang memiliki akses untuk pendidikan, kesehatan dan sosial.

Pada intinya jurang ekonomi ini mendorong pemerintah untuk bekerja untuk kepentingan banyak orang, bukan hanya memfasilitasi mereka yang telah mampu dengan berbagai stimulus ekonomi, yang terkadang berjudul untuk masyarakat tapi justru dinikmati mereka yang mampu. Semoga. !

 





Artikel Rekomendasi