Wisuda Unja Ke 93, SAH Dan Istri Raih Gelar Doktor Secara Bersama



Senin, 25 Januari 2021 - 08:21:51 WIB



Sutan Adil Hendra dan istri wisuda doktor bersama
Sutan Adil Hendra dan istri wisuda doktor bersama

JAMBERITA.COM- Prosesi Wisuda ke 93 Universitas Jambi tahun 2021 yang digelar hari Sabtu, 23 Januari 2021 kemarin mencatat sejumlah hal menarik dan inspiratif. Salah satunya prestasi yang dicapai pasangan suami istri Sutan Adil Hendra dan Efi Herawati yang di wisuda secara bersamaan sebagai Doktor Ilmu Ekonomi Program Pasca Sarjana Universitas Jambi yang digelar di Balairung Kampus Pinang Masak Universitas Jambi, Mendalo.

Sebelumnya diketahui SAH dan Istri menempuh sidang terbuka promosi doktor secara bersamaan pada 7 Desember 2020 lalu dengan pencapaian yang luar biasa, seperti dari sisi Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang mencapai 3.96 predikat Summa Cumlaude, maupun waktu studi yang hanya 2 tahun 3 bulan. Suatu capaian yang luar biasa mengingat rata - rata seorang mahasiswa doktoral menghabiskan waktu 4 - 6 tahun untuk menyelesaikan studinya.

Diwawancarai di sela - sela wisuda (23/1) kemarin SAH dan istrinya Efi Herawati mengakui kuliah sembari menyelesaikan disertasi memang tak mudah. Ia menyatakan dirinya harus pandai dalam membagi waktu agar dapat beristirahat dengan cukup.

“Mungkin banyak yang menilai gampang tapi ini sejujurnya tak mudah, harus pandai membagi waktu, seperti semua tugas dan hal lain yang berkaitan dengan penelitian saya usahakan selesai sebelum malam hari, untungnya di tengah pendemi ini banyak waktu di rumah karena Work From Home (WFH), jadi selama kerja di rumah ini saya banyak mensintesis jurnal, mencitasinya di dalam referensi, membuat konstruk variabel penelitian hingga mengolah data penelitian, semua saya kerjakan dengan ibu, termasuk menerbitkan jurnal internasional yang bereputasi," ungkap Anggota DPR RI tersebut.

Namun SAH dengan rendah hati menambahkan keberhasilan seorang calon doktor tak hanya dipengaruhi oleh kecerdasan dan manajemen waktu semata, tetapi juga oleh kesabaran, ketekunan, dukungan serta lingkungan yang positif.

"Ketika seringkali penelitian tidak menemukan jalan keluar, maka perlu kesabaran untuk tetap on the track, kita harus fokus, banyak membaca jurnal terbaru yang bagus yang terindeks Scopus, Thomson termasuk konsultasi dengan promotor dan co promotor," jelasnya. 

Dalam perjuangan merampungkan penelitiannya, pasangan doktor yang telah dikaruniai tiga buah hati ini ini mengaku saling mendukung dan menyemangati satu sama lain.

Bahkan, tak jarang keduanya berdiskusi dan saling koreksi terkait penelitian yang sedang dikerjakan. “Menarik rasanya bisa belajar dan kesana kemari bersama-sama, yang jelas tujuannya ingin memotivasi anak - anak, bahwa ilmu adalah sesuatu yang harus diraih dengan perjuangan," pungkasnya.(*/sm)

 





Artikel Rekomendasi