JAMBERITA.COM- Menikmati Indahnya Danau Depati IV yang berada di Desa Rantau Kermas, Kecamatan Jangkat Kabupaten Merangin bisa juga sambil berpetualang.
Ini karena untuk mencapainya kita harus melewati jalanan perbukitan yang naik turun dan terjal sekitar 20 km dari Desa Renah Alai, Desa di kaki gunung Masurai yang merupakan desa tetangganya.
Jelang akhir tahun 2020, skuad Jamberita.com menjajal wilayah ini. Kami berjumlah 11 orang. Termasuk bayi berusia 3 bulan ikut serta.
Dua mobil MPV yang kami kendarai dari Jambi kami titipkan di salah satu rumah warga di Desa Ranah Alai. Perjalanan selanjutnya menggunakan kendaraan jeep dobel gardan spesialis off road yang sudah dimodifikasi menjadi mobil bak terbuka. Tentu saja dengan ukuran ban yang lebih besar dan daya angkut yang lebih besar dibandingkan mobil biasa.
“Ini bisa mengangkut kentang 1,5 -2 ton,” kata Hasan, pemilik mobil jeep yang juga warga Desa Renah Alai. Biasanya mobilnya digunakan untuk mengangkut hasil kebun melewati jalan yang tidak bisa menggunakan mobil biasa.
Kami berangkat sekitar pukul 10.30 dari Renah Alai. Jalan berbukit berbatu yang kami lalui sudah jauh lebih baik dibandingkan tiga tahun lalu. Sudah ada pengerasan dengan batu kerikil. Namun soal jalur masih ekstrim. Tanjakan dan penurunannya tajam dan panjang.
Sesekali kami menahan nafas saat harus melalui tanjakan curam yang panjang. Apalagi ada 10 orang berdiri di bak belakang ditambah beban barang yang kami bawa.

Setelah satu jam kami sampai di Desa Rantau Kermas yang berada di bawah ujung jalan ini. Inilah pintu masuk ke Danau Depati IV. Setelah membayar tiket masuk Rp10 ribu per orang, kami pun memasuki areal jalan menuju danau yang berjarak 7 km dari gerbang masuk.
Jalanan hanya bisa dilewati oleh satu mobil, tetapi menghirup udara sejuk dan memandang hamparan sawah, hutan dan sungai berbatu selama satu jam setengah mampu menghilangkan penat di tubuh.
Dan kegilaan pun dimulai. Untungnya Om Hasan, yang membawa kami dengan mobil offroadnya sudah berpengalaman di jalanan menurun, mendaki dan berlumpur ini.
Sehingga jalan yang kami lewati meski ekstrim tetap bisa dilalui dengan lancar. Hampir 30 menit tidak ada hambatan.
Beberapa sungai kecil berbatu juga berhasil kami lalui. Tapi saat tanjakan tajam dengan jalan yang sudah menjadi bubur, ban kami mulai berputar di tempat.

Beberapa kali Om Hasan mencoba mundur dan naik lagi tapi tetap tak bisa menanjak.
Akhirnya saya yang membawa bayi tiga bulan turun dari bangku depan, diikuti penumpang lainnya. Om Hasan pun memasang rantai di bannya. Alhasil, mobil berhasil menanjak.
Selanjutnya perjalanan masih melalui tanjakan dan penurunan terjal. Tapi tidak membuat kami harus turun.
Setelah satu jam setengah dari gerbang masuk Rantau Kermas kami sampai di Danau. Lelah pun terbayar oleh asrinya pemandangan di Danau Depati IV. Hutan di sebrang danau terlihat bak lukisan indah. Angin semilir dingin mengusap wajah.

Air danau yang jernih dan dingin membuat tangan yang menyentuhnya terasa sejuk.
Kami memasang tiga tenda tak jauh dari pinggir danau.
Nah, bagi Anda yang ingin menjajalnya, harus diingat sebelum memulai perjalanan adalah memastikan cuaca. Jika musim hujan, maka ke lokasi wajib menggunakan kendaraan offroad. Nah bagi yang berminat bisa menghubungi Om Hasan di Desa Renah Alai di Nomor 085380924905
Di danau sebaiknya membawa perbekalan sendiri agar pengalaman lebih terasa otentik. Seduhan kopi, bandrek bubuk pun akan terasa berbeda ketika dihirup sambil menatap keindahan alam Danau Depati IV.
Area danau sangat cocok sebagai area perkemahan. (Aningmasnidar)
Lewat Virtual, Kanwil Kemenkum Jambi Bahas Pengembangan Karier Jabatan Fungsional
Trik Kadiv Yankum Jambi, Siap Bikin Produk UMKM Aman dan Mendunia!
Bupati Fadhil Arief Dijadwalkan Shalat Idul Adha 1447 H di Desa Terusan Maro Sebo Ilir
Hanya 3 Kepala Daerah di Jambi yang Hadiri Paripurna HUT Jambi
Kombes Pol Kuswahyudi Tresnadi Resmi Jabat Kabid Propam Polda Bengkulu
Lewat Virtual, Kanwil Kemenkum Jambi Bahas Pengembangan Karier Jabatan Fungsional


