Malam Tahun Baru Titian Orang Kayo Digembok, Pedagang Legowo



Rabu, 30 Desember 2020 - 13:08:38 WIB



JAMBERITA.COM - Pergantian malam tahun baru 2020 sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya. Pemkab Tanjung Jabung Barat, berlakukan penutupan sejumlah lokasi objek wisata di dalam Kota Kualatungkal, Tanjung Jabung Barat, Jambi.

Penutupan mulai diberlakukan mulai, Kamis sore (31/12/20) pukul 17.00 WIB hingga pukul 06.00 WIB, Jumat (01/01/21).

"Penutupan yang kita lakukan ini sesuai dengan surat edaran dari gubernur dan kita tindaklanjuti mengingat kondisi pandemi. Untuk mencegah potensi penularan Covid-19. Dan kita sudah sosialisasikan ke para pedagang dan warga terkait kebijakan ini," terang Juru Bicara Satgas Covid-19, Taharuddin, Rabu (30/12/20).

"Ya, terkait penutupan untuk sementara objek wisata pada malam tahun baru ini sudah kita rapatkan dengan satgas yang terlibat," timpal Kepala BPBD Tanjab Barat, Zulkifli.

Kebijakan penutupan tempat wisata Titian Orang Kayo Mustiko Raja Alam, ditanggapi dengan sikap legowo oleh para pedagang yang biasa menjajakan dagangannya di sepanjang objek wisata Titian Orang Kayo.

"Kalau itu sudah keputusan pemerintah ya kami ikut saja. Memang ada sedikit bedanya dengan hari-hari biasa. Kalau hari hari biasa omzet perhari rata-rata masuk Rp 200 ribu sampai Rp 300 ribu. Tapi kalau malam tahun baru nambah dapat omzet sampai Rp 500 ribu," ujar salah satu pedagang Tekwan di objek wisata Titian Orang Kayo, Tungkal Ilir, Arbani.

Senada, Bakri pedagang es tebu mengaku legowo dan menerima kebijakan pemkab Tanjabbar melakukan penutupan lokasi mereka mengais rezeki selama malam tahun baru.

"Ya, kami gak masalah lah, kami patuhi aja. Karena kabarnya penutupan tempat wisata bukan cuma di sini saja tapi juga di daerah lain ditutup," imbuh Bakri yang mengaku perhari mendapat omzet dari dagangannya kisaran Rp 200 ribu ke koceknya.

Sementara Kapolres Tanjab Barat, AKBP Guntur Saputro menegaskan selain menurunkan personil, pihaknya akan memberikan bantuan berupa beras kepada para pedagang yang terpaksa menutup usahanya selama malam tahun baru karena mematuhi protokol kesehatan (prokes).

"Kita berikan bantuan beras ini sebagai bentuk perhatian terhadap kebijakan yang membuat para pedagang terpaksa libur kerja mencari rezeki, buat keluarga," tandas Kapolres. (Henky)




Tagar:

# TANJABBARAT

Artikel Rekomendasi