Hati-hati Ambil Keuntungan Pribadi, Polda Jambi Pastikan Kawal Pendistribusian Vaksin Covid-19



Rabu, 30 Desember 2020 - 12:07:43 WIB



JAMBERITA.COM - Polda Jambi  mengerahkan semua personel dan jajarannya dalam rangka pengawalan secara ketat untuk pendistribusian Vaksin Corona Virus Disease (Covid-19) kepada masyarakat.

Kapolda Jambi Irjen Pol A Rachmad Wibowo mengklaim bahwa pihaknya sudah mempersiapkan personil-personil yang sudah di tunjuk dari Mabes Polri baik di Rumah Sakit maupun Aur Dokes yang ada di Polres-Polres dan bersama Pemerintah Daerah (Pemda), instansi terkait untuk didistribusikan.

"Karena vaksin, ini masih langka tentunya pengamanan akan kita maksimalkan mungkin, mulai vaksin datang ke Jambi kemudian nanti ditangani oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) provinsi Jambi itu akan di hitung jumlahnya. Berapa jumlahnya, pendistribusian sampai dengan pelaksanakan injeksi nya kepada masyarakat kita akan bantu dan akan kita amankan," ujarnya.

Irjen Pol A Rachmad Wibowo juga menegaskan, apabila dalam pendistribusian Vaksin Covid-19 adanya upaya pencurian dan penggelapan oleh pihak-pihak tertentu, karena takut tidak kebagian maka itu tidak ada toleransi dan akan ditindak tegas.

"Pasti, sekarang kan ini suasana pandemic kalau dia masih mengambil keuntungan pribadi dalam situasi ini apalagi terkait dengan hal-hal yang dilakukan pemerintah untuk menekan angka Covid-19, itu sudah keterlaluan dan tidak ada toleransi buat mereka," tegasnya.

Menurut Kapolda Irjen Pol A Rachmad Wibowo Pemerintah sudah bersusah payah mencari vaksin Covid-19 dan mendistribusikannya. "Kemudian memperjualbelikannya, menggelapkan.? Wah itu lebih tidak berprikemanusiaan itu akan saya tidak tegas," terangnya.

Kemudian Kapolda Jambi juga mengaku siap menjadi orang pertama untuk di vaksinasi."Saya siap, pak Presiden saja siap apalagi saya," katanya.

Lebih lanjut, Kapolda Jambi Irjen Pol Rachmad Wibowo menyatakan untuk pengawalan vaksin ini pihaknya juga akan meningkatkan patroli yustisi dan menyiapkan pasukan Brimob di tempat pendistribusian, sebagaimana penjagaan kotak suara pada Pilkada 9 Desember 2020 lalu.

"Tetapi ini lebih tepat lagi, jangan nanti ini menjadi sasaran untuk diambil alih, mungkin mereka takut tidak kebagian maka akan ada upaya pencurian penggelapan dan sebagainya, jadi upaya upaya ini bukan fisik saja," pungkasnya.(afm)





Artikel Rekomendasi