JAMBERITA.COM- Anggota DPR RI yang membidangi Kesehatan Dr. Ir. H. A.R. Sutan Adil Hendra, MM atau kerap disapa SAH mengatakan vaksin Covid-19 yang beredar di tanah air harus mengikuti standar yang dijalankan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).
Dalam hal ini SAH mengatakan, tidak mempermasalahkan dari negara mana vaksin virus corona (Covid-19) berasal, asalkan memenuhi persyaratan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).
"Kita tidak mempersoalkan vaksin dari negara mana, apa berasal dari Rusia, China, Inggris. Yang terpenting, vaksin tersebut memenuhi persyaratan yang dibutuhkan, sesuai dengan standar BPOM," ungkapnya (29/12) kemarin di Jambi.
Dalam hal ini, SAH yang dikenal dekat dengan program beasiswanya ini mengatakan peluang Indonesia menggunakan vaksin Sinovac dari Cina dan Vaksin Sputnik V asal Rusia cukup besar dalam program vaksinasi nasional pada tahun 2021, sebab negara itu telah mendaftarkan vaksin ke BPOM.
Namun SAH menambahkan vaksin Sputnik V memiliki keunggulan kompetitif dari sisi praktis. Karakteristik Sputnik V ialah membutuhkan cold chain di suhu 2-8 derajat celcius, lama penyimpanan hingga mencapai dua tahun, kemudian harga terjangkau sebesar 10 dolar AS atau sekitar Rp141.000.
"Pemerintah Indonesia pasti mempertimbangkan juga faktor praktis ini dalam pengadaan vaksin. Karena, distribusi vaksin ini ke seluruh Indonesia hingga ke daerah-daerah terpencil," pungkasnya.(*/sm)
Rilis Akhir Tahun 2020 Polres Muaro Jambi: Kasus Narkoba Meningkat
Perpustakaan Umum Kota Jambi Tak Layani Peminjaman Buku Secara Langsung
Sosial Perwal Nomor 72, Maulana: PAUD Wajib Untuk Anak Usia Dini
Sharing Kapolda Jambi ke FKUB dan Kemenag: Bila Saya Telfon Mohon Berkenan Diangkat
Lima Rancangan Regulasi Kota Jambi Dibahas dalam Rapat Harmonisasi Kanwil Kemenkum Jambi

