Tunjukan Wajah Kecewa Tak Sejalan, Safrial Walk Out Rapat Paripurna APBD 2021



Senin, 30 November 2020 - 15:58:53 WIB



JAMBERITA.COM - Entah apa yang terjadi di Gedung DPRD Tanjung Jabung Barat sehingga memaksa Rapat Paripurna di-skorsing hingga dua kali dan Bupati Tanjab Barat, Safrial dan Sekda Tanjabbar, Agus Sanusi walk out atau cabut keluar dari ruang rapat saat paripurna sedang berjalan, pada Senin siang (30/11/20).

Rapat paripurna yang awalnya dijadwalkan dimulai pada pukul 09.00 WIB tersebut molor. Bahkan, rapat tersebut terpaksa di skor dua kali, penyebabnya diduga karena pihak eksekutif, yakni Bupati Safrial maupun Wakil Bupati Tanjab Barat, Amir Sakib tidak hadir pada rapat tersebut.

Sementara Sekda Tanjab Barat yang sempat hadir paginya, tiba-tiba pulang tanpa memberi alasan.

Pantauan di ruang Rapat pada pukul 13.00 WIB, sebanyak 28 orang dari total 35 anggota DPRD Tanjab Barat yang hadir masih menunggu kehadiran Bupati Tanjab Barat, Safrial.

Meski akhirnya hadir, namun Bupati Tanjab Barat, Safrial memilih walk out. Bupati langsung keluar pada saat rapat sedang berjalan karena menurutnya Struktur APBD Tanjab Barat banyak mengalami perubahan.

"Karena struktur APBD yang kami ajukan sudah sangat berubah. Baik itu dari segi pendapatan, pembiayaan dan belanja," kata Safrial.

"Inilah yang belum bisa kami sepakati, kira kira tiga itulah garis besarnya," ungkap Safrial dikonfirmasi para awak media saat keluar dari ruang Rapat Paripurna, dengan mimik wajah kecewa

Dijelaskannya, apa yang diajukan eksekutif tentang pendapatan bertambah, pembiayaan juga bertambah, dan rincian belanja juga berubah.

"Kita tidak dapat menerima itu, artinya sebetulnya masih ada jalan kalau saling ingin sama-sama membangun Tanjab Barat," ujar Safrial.

Tetapi kalau saling ngotot untuk kepentingan pribadi, kami lebih baik tetap berpedoman dengan peraturan kepala daerah. Jadi dengan peraturan kepala daerah semua apa yang sudah kita sampaikan di dalam RPJMD kita mudah mudahan bisa tercapai," ujarnya lagi.

Menurut Safrial, yang punya visi misi itu adalah Bupati dan Wakil Bupati, apalagi di masa Pendemi ini, yang kekurangan-kekurangan, bupati ingin memaksimalkannya.

Ditanya apakan keterlambatan bupati hadir rapat paripurna terakhir pembahasan APBD 2021 tersebut berkaitan dengan kemungkinan terjadinya perubahan tersebut?

Safrial tidak membantah, diakuinya hal itu benar karena pihaknya sudah melihat struktur yang sudah sangat berubah.

"Kami mempunyai hak kami, dan saudara-saudara dari dewan juga kita hormati, karena dia juga mempunyai hak," tegasnya.

Ditanya apakah ada anggaran yang dipangkas?, menurut bupati tidak dipangkas, secara garis besarnya struknturnya yang berubah, pendapatan bertambah, kemudian pembiayaa tambah Rp 10 miliar, dan rinciannya juga berubah.

"Tapi bagi saya selaku bupati saya ingin apa yang sudah kami rencanakan di dalam RPJMD ini harus terselesaikan apalagi kemarin sebagian sudah terpotong oleh covid-19. Nah, ini juga belum tentu tercapai lagi," cetus Safrial.

Namun, kata Safrial, pihaknya sudah berusaha sekuat tenaga tetapi apa daya, bahwa APBD jauh berkurang dibandingkan yang sudah sudah.

"Intinya itu saja, saya minta tanya juga ke sebelah (DPRD, red) agar berimbang. jangan dibilang berbicara sebelah pihak," tandasnya. (Henky)











loading...