Resesi Di Depan Mata, SAH Ingatkan Ancaman Pengangguran Di Indonesia



Sabtu, 07 November 2020 - 09:56:45 WIB



JAMBERITA.COM- Pandemi membuat perekonomian kian tertekan, bahkan jumlah pengangguran terus meningkat. Sebab, banyak perusahaan harus melakukan efisiensi untuk bertahan di tengah kondisi yang tidak pasti saat ini.

Pernyataan ini disampaikan Anggota Komisi IX DPR RI yang membidangi Ketenagakerjaan Sutan Adil Hendra (SAH) ketika mencermati data kuartal III-2020 berada di kisaran 0% hingga minus 2%. Hal ini bisa menjadi signal resesi di Indonesia.

"Saya membaca data kita sebenarnya sudah resesi, ekonomi kita hanya bergerak dari level 0 - 2 persen di kuartal akhir tahun 2020 ini," ungkap Kandidat Doktor Ilmu Ekonomi tersebut (6/11) di Jambi kemarin.

Selanjutnya menurut Bapak Beasiswa Jambi ini salah satu dampak resesi adalah meningkatnya angka pengganguran di Tanah air.

"Resesi pengusaha banyak melakukan efisiensi salah satunya merumahkan pekerja, mengurangi atau Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan memotong gaji pekerja. Dengan demikian, dampak pandemi sangat luar biasa besar, jadi kita harus hati-hati," jelasnya.

Dalam hal ini SAH memprediksi, jumlah pekerja yang terkena PHK di masa resesi nanti bakal mencapai 5 juta orang. Kondisi itu terjadi, bila pemerintah tak bisa memulihkan perekonomian hingga Desember 2020 mendatang.

Sehingga SAH berharap pemerintah fokus melakukan penanganan Covid-19. Karena, penyebab utama perekonomian tak tumbuh karena angka wabah itu setiap harinya terus mengalami kenaikan.

"Kasus Covid-19 harus diusahakan semaksimal mungkin untuk turun, karena itu penyebab utamanya. Sehingga paling tidak dunia usaha dan UMKM bisa bertahan," ujarnya.

Terakhir SAH mengatakan kunci untuk mengeluarkan Indonesia dari Resesi ekonomi bila pemerintah mampu menurunkan jumlah penderita virus corona secara signifikan pada Oktober dan November, maka bukan tak mungkin pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV-2020 bakal positif.

"Kunci ekonomi membaik itu saat ini kita harus mampu menurunkan jumlah penderita Covid 19, ini penting agar ekonomi kita jalan," pungkasnya.(*/sm)





Artikel Rekomendasi