Oleh: Anfitriani, S.Sos*
Pembelajaran secara daring (dalam jaringan) yang diterapkan pemerintah akibat pandemi Coronavirus disease (Covid-19) sudah berbulan-bulan dilaksanakan. Diawali di akhir Tahun Ajaran 2019/2020 hingga saat ini, awal Tahun Ajaran 2020/2021.
Belum ada kepastian apakah pembelarajan secara daring ini akan terus berlanjut hingga akhir Tahun Ajaran 2020/2021 atau tidak. Semua tergantung dari perkembangan kasus pandemi Covid-19.
Saat ini, jumlah pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 terus bertambah. Di Provinsi Jambi, data yang dikeluarkan Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi per tanggal 28 Oktober 2020, jumlah pasien terkonfirmasi positif mencapai 1.188 orang dengan jumlah kematian sebanyak 23 orang.
Pembelajaran daring atau dalam jaringan ini merupakan istilah untuk menyebutkan proses belajar mengajar dilakukan melalui jaringan internet.
Sekolah mengalihkan pertemuan kelasnya dengan pertemuan daring ataupun tugas rumah guna meminimalisir pertemuan satu sama lain di suatu ruangan yang sama dalam jarak yang dekat serta menghindari kerumunan.
Sekolah mengganti pertemuan kelas dengan pemberian tugas rumah kepada siswa, pemberian tugas bertujuan agar siswa belajar di rumah, ada yang menggunakan aplikasi WhatsApp, classroom, zoom, dan lain-lain, di semua sekolah mulai dari SD hingga perguruan tinggi.
Awalnya siswa merasa senang karena tidak perlu bangun pagi berangkat ke sekolah untuk menimba ilmu. Pengawasan juga tidak terlalu ketat dari guru maupun pihak sekolah. Namun, siapa sangka kebijakan itu akan berlangsung lama, berbulan-bulan sampai sekarang.
Belum adanya kepastian kapan berakhirnya pembelajaran daring ini membuat sebagian siswa merindukan kelas tatap muka di sekolah. Rindu bertemu teman-teman, rindu bertemu guru, rindu suasana dalam kelas.
Namun, rindu ini belum tahu kapan bisa dilampiaskan karena sangat berisiko dengan kondisi pandemi Covid-19 yang belum juga terkendali.
Tidak sedikit di antara siswa merindukan suasana sekolah, di antaranya belajar tatap muka bersama guru di dalam kelas. Tak hanya itu, para siswa juga rindu bertemu dan bergaul bersama teman sebaya di lingkungan sekolah, rindu suasana sekolah.
Siswa ingin segera kembali belajar di sekolah, karena terlalu lama belajar di rumah, rasa jenuh pun tiba dengan sendirinya. Berkumpul dan bermain pada waktu istirahat, makan dan berkumpul di kantin sekolah juga menjadi momen yang sangat dirindukan.
Sebagian siswa mengatasi kerinduan akan sekolah dan teman itu dengan bermain bersama teman yang ada di lingkungan rumah. Mulai dari bersepeda atau aktivitas lain yang dapat mengusir rasa jenuh selama pembelajaran di rumah. Namun, rindu suasana sekolah tetap saja membuncah di hati.(*)
Penulis adalah: Guru Sosiologi di SMAN 2 Kota Jambi*


Duka di Balik Wafatnya Dokter Magang di Jambi : Menkes Janji Tak Boleh Ada Lagi Nyawa yang Gugur

