Kadis Koperindag Terkejut Harga Elpiji Bersubsidi Tembus Rp 35 Ribu di Tengah Pandemi



Selasa, 25 Agustus 2020 - 12:23:08 WIB



Kepala Dinas Koperindag Tanjab Barat, Syafriwan
Kepala Dinas Koperindag Tanjab Barat, Syafriwan

JAMBERITA.COM- Harga Gas Elpiji bersubsidi di Kabupaten Tanjung Jabung melambung tinggi.

Elpiji melon bersubsidi ini dijual dengan harga sangat tinggi di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp19 ribu, kini di tingkat pengecer dijual Rp 30 ribu hingga Rp 35 ribu per tabung.

Kepala Dinas Koperindag Tanjab Barat, Syafriwan mengaku terkejut. Padahal, untuk dalam kota harga HET gas Melon di pangkalan hanya Rp 19 ribu per tabung.

Syafriwan mengatakan ia tidak akan tinggal diam dan akan memberi tindakan tegas bagi pangkalan yang lebih mengutamakan pengecer dari pada ke masyarakat.

"Harusnya kuota gas melon untuk Tanjab Barat ini tercukupi, pengiriman juga tidak pernah terkendala, jadi kalau sampai langka bahkan harga selangit berarti ada pangkalan yang kurang ajar," Kata Syafriwan, Senin (24/8/20).

"Untuk masyarakat, jika ada yang menemukan pangkalan nakal atau menjual harga di atas HET silahkan hubungin kami," tegas Syafriwan.

Tingginya harga elpiji bersubsidi ini membuat sebagian masyarakat khususnya pelaku usaha mikro kecil Menengah UMKM hingga ibu rumah tangga mengeluh dengan kondisi ekonomi dan keuangan yang makin sulit di tengah krisis pandemi Covid-19.

Murniati, salah satu pelaku usaha UMKM, bukan hanya mengeluhkan harga jual gas melon di tingkat pengecer, ia mengaku juga sulit mendapatkan gas bersubsidi itu.

"Saya sering beli di pengecer, sebab kalau beli di pangkalan hanya dapat dijatah 1 tabung. Kadang ada yang jual Rp 25 ribu, itu kalau gas lagi banyak, kalau lagi kosong bahkan bisa sampai Rp 35 ribu di pengecer. Itu pun susah nyarinya," keluhnya.

"Kalau harga mahal masih saya terima lah, ini sudah mahal, nyarinya susah," imbuhnya.

Tak jauh berbeda, Sarni salah satu pedagang kecil. Ia mengaku terpaksa harus menghentikan usahanya lantaran modal usahanya tidak sesuai dengan penghasilan.

"Gas mahal, susah nyarinya, harga bahan baku juga tambah mahal, pembeli kurang, jadi sementara ini saya istirahat dulu bikin kue," kata Sarni, mengeluhkan kondisinya. (Henky)




Tagar:

# TANJABBARAT

Artikel Rekomendasi