JAMBERITA.COM- Sudah sepekan ini KPU melaksanakan pencocokan dan penelitian (coklit) daftar pemilih untuk pelaksanaan Pilkada serentak 2020. Dari beberapa hari tersebut, Bawaslu menemukan beberapa masalah terkait data pemilih ini.
Pimpinan Bawaslu Provinsi Jambi Fahrul Rozi mengatakan, dari beberapa hari proses coklit yang berlangsung, pihaknya masih menemukan data-data yang bermasalah. Salah satunya adalah pihaknya masih temukan aparat yang masuk dalam data pemilih.
"Selain itu juga ada data yang seharusnya di TPS 2 masuk di TPS 1, begitupun sebaliknya. Yang begini akan berpotensi masuk kembali data ganda kedalam daftar pemilih," katanya, Kamis (23/7/2020).
Koordinator Divisi Pengawasan ini menyebutkan meski tanpa data sinkronisasi yang diberikan oleh KPU karena aturan dari pusat, pihaknya masih temukan masalah seperti itu lewat pengawasan yang dilakukan. Intinya, data sinkronisasi tersebut tidak mungkin hanya untuk sekedar mencari kesalahan saja, pihaknya hanya ingin nanti data tersebut hingga sampai DPT nanti memang hasilnya berkualitas.
"Untuk sekarang ini kami hanya menggunakan data DPT terakhir untuk melakukan pengawasan dan pengecekan data diluar alat kerja lainnya. Meski begitu, kita biarkan semuanya bekerja hingga 13 Agustus mendatang," tandasnya. (am)
Al Haris Kembali Serahkan Bantuan Bedah Rumah, Kali Ini Tepat di HUT Bungo
SAH Ingatkan Sumpah dan Janji Kader Gerindra Untuk Pegang Amanah Rakyat, Junjung Nilai Perjuangan Pa
Wujudkan APBD Pro Rakyat, YA - Maha Siap Adu Gagasan Dengan Calon Lain


Genjot Kinerja Pembinaan Hukum, Kakanwil Jajaran Ikuti Arahan BPHN


