JAMBERITA.COM- Konflik lahan kembali mencuat di Tanjung Jabung Barat, ratusan massa Kepung Kantor Bupati Tanjabbar.
Pendemo yang berasal dari tiga desa, yakni Desa Sungai Baung, Desa Parit Pudin dan Kelurahan Teluk Nilau melakukan aksi demonstrasi menuntut pengembalian lahan yang diklaim merupakan milik masyarakat dan dikuasai oleh koorporasi PT Wira Karya Sakti (WKS) dan PT Tri Mitra Lestari (TML).
“Kami minta kembalikan tanah kami masyarakat kelurahan teluk yang dirampas oleh PT WKS 1.000 Hektare dan PT TML seluas 913 Hektare,” teriak Koordinator aksi unjuk rasa, Jon Akbar, Senin (29/6/20).
Massa gabungan bergabung dengan Serikat Tani Nasional juga meminta Bupati Tanjab Barat untuk memutuskan dengan jelas status kepemilikan lahan yang kini dikuasai oleh korporasi yang selama kepemimpinan Bupati Safrial dinilai tak menemukan titik terang.
“Kami akan duduki lahan jika tidak ada penyelesaian, Bupati Tanjab Barat harus melakukan putusan pasti mengenai tanah yang dirampas oleh PT. WKS dan PT. TML berdasarkan perda No. 8 Tahun 2008 dan pengukuran BPN Tanjab Barat pada 20 Maret 2020," ancam pendemo. (Henky)
Kanwil Kemenkum Jambi Bahas Perubahan Atas Perda Pajak dan Retribusi Daerah Tanjabbar
Bupati Anwar Sadat: Pariwara Kreatif, Perkuat Pesan Budaya Antikorupsi Tata Kelola Pemerintahan
Bupati Anwar Sadat Lantik Puluhan Pejabat Penting di Lingkup Pemkab Tanjab Barat
Semangat Gotong Royong TNI dan Warga Bangun Jalan di Lokasi TMMD
Jelang Hari Bhayangkara Ke-74,Polres Demak Gandeng Kodim 0716/Demak Gelar Bansos di Desa Purworejo

