Hubungan Antara Manusia dan Pendidikan



Jumat, 26 Juni 2020 - 09:19:06 WIB



Mar’atus Solehah
Mar’atus Solehah

Oleh: Mar’atus Solehah

 

Manusia dan pendidikan merupakan hal yang  betekerkaitan satu sama lain, di tinjau dari pendekatan filsafat pendidikan barat dikenal 3 aliran utama yang membahas hubungan antara manusia dan pendidikan, yakni aliran nativisme yang mana menyatakan bahwa manusia alam natur(potensi) bawaan manusia yang dominan dalam pendidikan, beda dengan empirisme yang dipelopori oleh John Locke ia berpendapat bahwa pengalaman dan lingkungan yang dominan, convergensi sebagai aliran penengah yang mana perpaduan antara faktor bawaan dan lingkungan yang menentukan perkembangan faktor bakat dan pendidikan.

Mereka menilai bahwa fator pendidikan berperan  penting dalam menentukan perkembangan manusia mengacu pada istilah-istilah baku tentang konsep manusia. Seorang pakar pendidikan Belanda M,J.Langeveld menyebut manusia itu adalah mahluk alternatif yang harus dididik dan dapat dididik. Manusia adalah mahkluk alternatif dan juga makhluk eksploratif. Disebut makhluk alternatif karena manusia memiliki kemampuan untuk menentukan pilihan dalam menjalani kehidupannya. Disebut makhluk eksploratif karena manusia memiliki potensi untuk berkembang dan dikembangkan.

Bagaimana hubungan antara manusia dan pendidikan ?

Manusia sejak dini pastinya sudah memiliki pengalaman serta pendidikan baik yang didapat secara otodidak maupun dari orang lain, Manusia merupakan mahkluk tanpa daya, yang mana sejak dilahirkan ia membutuhkan bantuan dari lingkungannya , membutuhka  intervensi (pengaruh dilingkungannya. Adapun lingkungan yang pertama dan utama adalah keluarga khususnya orang tua menempati peran strategis dan jug menentukan dalam pendidikan, dikatakan demikian karena peran kedua orang tua menyangkut pembentukan akidah. Dan pastinya hubungan antara manusia dan pendidikan sangat erat dengan adanya pendidikan manusia akan lebih berpengetahuan untuk lebih memilih mana yang  baik dan mana yang  buruk.

Berangkat dari pemahaman ini, maka hubungan manusia dan pendidikan mengandung unsur ibadah. Dalam pendangan filsafat pendidikan islam, aktivitas pendidikan itu sendiri tak dapat  dilepaskan dari nilai-nilai ibadah. Sebab pada dasarnya pendidikan itu mengacu upaya untuk mengembangkan potensi fitrak suci manusia sejalan dengan tuntutan rasul yang diutus Allah untu itu. Sedangkan Rasul Allah itu sendiri adalah sosok teladan utama bagi setiap muslim.(*)

 

Penulis adalah: Mahasiswi Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi*



Artikel Rekomendasi