Oleh: Asep Supriyanto*
Dunia sedang merana, di selimuti kepanikan, ketakutan dan bayangan kematian membuat semua teriak, menjerit menangis tersedu. Apa yang sedang terjadi ? virus corona (covid-19) adalah jawaban dari semua ini. Virus corona hadir mengubah segalanya, yang tadinya penuh huru-hara menjadi kesunyian, menebar ketakutan menularkan racun yang mematikan. Virus corona merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan infeksi saluran pernapasan atas ringan hingga sedang seperti penyakit flu. Termasuk Indonesia, tanah air tercinta yang juga berduka karena virus corona. Berbagai cara telah di lakukan untuk mengatasi virus corona mulai dari protokol kesehatan seperti menggunakan masker, jaga jarak, tetap di rumah serta cuci tangan, melakukan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), larangan mudik telah di lakukan. Namun tampak hasil yang belum sesuai harapan, virus corona semakin mengancam setiap detiknya. Lantas, siapa yang harus bergerak ? siapa yang harus bertindak ? dan siapa yang harus merubah semua ini ? Generasi muda adalah jawabannya, jiwa muda jiwa pancasila sebagai agent of change yang akan merubah segalanya.
Presien RI pertama, Ir. Soekarno pernah berkata “Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan ku goncangkan dunia”. Hal tersebut menjadi sebuah campuk bahwa pemuda menjadi kunci utama dalam perjuangan ke arah perbaikan, termasuk menjadi pengayom penyelesaian virus corona yang sedang melanda. Hal ini juga di dasari atas karakteristik pemuda seperti yang tertuang pada UU RI No. 40 Tahun 2009 tentang kepemudaan pasal 6 yaitu “Memiliki semangat kejuangan, kesukarelaan, tanggung jawab dan ksatria serta memiliki sifat kritis, idealis, inovatif, progresif, dinamis, reformis dan futuristik. Pemuda, kita bisa. Kita bisa bersatu melawan corona dengan menebar semangat perjuangan membantu sesama tanpa pamrih, berjiwa sukarela di landasi jiwa pancasila memberikan rasa nyaman kepada semua, bertanggung jawab di setiap tindakan, kreatif dan inovatif mencari solusi pembasmi corona. Ini saatnya pemuda bersatu, bergandengan tangan bahu membahu mendayung perahu menuju tepi sungai memberikan kebebasan dan kenyamanan tanpa corona di tanah air ini. Persatuan dan kebersamaan adalah vaksin terbaik membasmi virus corona menuju tatanan kehidupan baru “New Normal”.
Setelah ada hujan akan ada pelangi, virus corona melanda dan new normal harus tetap berjalan untuk menjaga kelangsungan hidup. Generasi muda memiliki posisi dan peran yang sangat vital dalam kehidupan new normal. Jika kita melihat UU RI No. 40 Tahun 2009 tentang kepemudaan yang berbunyi pemuda berperan aktif sebagai kekuatan moral, kontrol sosial, dan agen perubahan dalam aspek pembangunan nasional. Pemuda menjadi salah satu kunci yang akan mendampingi new normal dengan tetap menjujung tinggi nilai-nilai pancasila sebagai landasan. Jika kita kembali mengenang sejarah Deklarasi Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928 yang menjadi kunci terbentuknya kekuatan pemuda untuk bersatu melawan penjajahan Belanda. Hal ini juga akan berlaku untuk kita bersama-sama bersatu melawan virus corona dan menjalani new normal. Tidak bisa di pungkiri peran generasi muda ini sangat besar, diharapkan para generasi muda bisa berperan sebagai agent of change. Maka disinilah peran generasi muda sebagai sosok yang muda yang mampu mengayomi, pemuda dinamis yang bergerak mengulurkan tangan, pemuda yang energi dalam sumbangsih tenaga dan pikiran mencari solusi, pemuda yang optimis yang akan mampu melawan corona, dan di harapkan untuk dapat menjadi agen perubahan yang bergerak dan berusaha untuk bisa ikut membantu pemerintah dalam memutus rantai penyebaran virus corona dan pendamping dalam menjalani new normal.
Kita bisa pemuda, pemuda yang diharapkan untuk menjadi agent of change yaitu pihak yang mendorong terjadinya transformasi dunia ini ke arah yang lebih baik melalui efektifitas, perbaikan dan pengembangan. Melalui teknologi pemuda gencarkan, ajak dan galakan edukasi pentingnya menajaga kesehatan dan peduli sesama. Memberikan himbauan sesering mungkin tentang pencegahan virus corona. Jelaskan pentingnya stay at home. Jadilah relawan bagi sekitar yang membutuhkan dukungan. Tunjukan rasa kepedulian rasa persatuan untuk saling mengingatkan bukan menjadi penyebar racun yang menakutkan. Tunjukan rasa cinta yang memberikan kenyamanan, memberikan akses untuk saling tolong menolong dan sebagai wadah penggerak.
Jangan tanyakan apa yang negara bisa berikan kepada kita, tapi tanyakan apa yang bisa kita berikan kepada negara. Kontribusi pemuda sangat di harapkan. Mulailah dari diri sendiri dengan mengikuti semua himbauan dan aturan yang di buat oleh pemerintah, tetap di rumah, menggunakan masker, mencuci tangan dan lakukan hal kecil yang bermanfaat untuk diri sendiri, setidaknya jika kita pemuda tidak mampu memberikan kontribusi besar, hal kecilpun sangat berharga. Virus corona sudah menjelma, new normal telah di canangkan mari kembali pada filsafa pancasila bersatu walaupun banyak perbedaan seperti “Bhineka Tunggal Ika”. Kehidupan harus berlanjut, Pemuda di harapkan menjadi motor penggerak new normal.
Jika tidak hari ini, kapan lagi. Indonesia telah memanggil jiwa-jiwa muda untuk terbangun dari tidurnya. Negeri ini sedang teriak, mana pemuda ? katakan kami di sini, karena kita bisa. Kita bersama kita akan kuat. Vaksin terbaik dalam menghadapi virus corona telah di temukan yaitu pemuda. Tebarkanlah persatuan hingga virus corona yang akan takut dan tunduk pada kita. Tidak ada yang lebih baik di dunia ini selain persatuan, tidak ada virus dunia ini yang lebih kuat di bandingkan persatuan pemuda. Akhrinya seruan kita bisa menjadi slogan terbaik bagi kita semua, pemacu semangat bagi pemuda, vaksin yang menakutkan bagi virus corona dan kebahagian bagi Indonesia. Virus corona kita lawan, new normal kita jalani. Pemuda terbanglah setinggi mungkin, gapai langit yang biru bawa jiwa pancasila bersamamu dan kibarkan slogan kita bisa menghadapi virus corona, kita bisa menata kehidupan yang baru, kita bisa menjadi lebih baik lagi dan kita bisa mengalahkan apapun, termasuk virus corona.(*)
Penulis adalah: Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam, Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi(*)


Komisaris Utama PT PAL Bengawan Kamto Kembali Ditahan di Rutan Jambi


