JAMBERITA.COM- Sejak Januari- Mei 2020 angka kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah dalam Provinsi Jambi tembus menjadi 1.624 bahkan 11 orang meninggal dunia.
Jika dibandingkan dengan angka kasus Corona Virus Disease (Covid-19) yang saat ini, berdasarkan data Tim Gugus Tugas Provinsi Jambi angka positif masih berada di 97 orang terjangkit, 17 orang sembuh dan belum ada korban jiwa yang meninggal dunia.
Kemudian, jumlah kasus DBD itu juga meningkat jika dibandingkan pada periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jambi Eva Susanti mengatakan, tahun 2020 ini lebih tinggi sedikit dengan total 1.624 kasus dari tahun 2019 yang hanya 1.100 kasus dengan 10 orang meninggal dunia.
"Tertinggi kasusnya masih di Kota Jambi, dan tahun ini meninggal ada 11 orang. Dimana 8 orang dari Kota Jambi lalu, 3 orang lainya nya dari Muaro Jambi," ujarnya kepada awak media, Rabu (3/6/2020).
Lebih lanjut Eva mengatakan, bahwa hampir semua kabupaten/kota terjadi peningkatan kasus selama periode Januari hingga Mei 2020. Kecuali di Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar), Bungo, dan Merangin. "Yang meningkat signifikan ada di Kota Jambi, Batanghari, Muaro Jambi, Kerinci dan Sungai Penuh," bebernya.
Dari meningkatnya kasus tersebut, Eva meminta kesadaran masyarakat akan bahaya penyakit DBD itu sendiri melalui upaya pencegahan, sebab menurutnya yang terpenting adalah edukasi. "Karena memang DBD yang paling penting itu kesadaran masyarakat secara total, edukasi untuk bisa membuat masyarakat sadar agar bisa memberantas jentik nyamuk terutama di musim hujan," katanya.
Menurut Eva, berbagai upaya pihaknya juga telah dilakukan, diantaranya mendistribusikan logistik dalam rangka penanggulangan kasus, meningkatkan pemantauan dan koordinasi dengan Dinkes Kabupaten/Kota sebagai respon cepat dan penanggulangan fokus.
"Kemudian mengintensifkan KIE Pencegahan DBD kepada masyarakat untuk melaksanakan Pemberantasan sarang nyamuk dengan 3M Plus, dan kampanye #Stayathome sambil pencegahan Covid dengan melakukan PSN 3M Plus di rumah masing-masing secara rutin. Stop Covid-19, Stop DBD," ujarnya.
Untuk diketahui, angka sebarkan kasus DBD tahun 2020 itu mulai dari Kota Jambi ada 611 kasus, Batanghari 154 kasus, Muaro Jambi 236 kasus, Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) 177 kasus, Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) 92 kasus, Bungo 87 kasus, Tebo 94 kasus, Sarolangun 40 kasus, Merangin 53 kasus, Kerinci 22 kasus, dan Sungai Penuh 58 kasus. (afm)
Mahasiswa Beraksi, Desak Rektor UNJA Beri Keringanan UKT dan Subsidi di Masa Pandemi
Pemkot Jambi Bongkar Bangunan Liar di Kawasan Pasar Talang Banjar
Hampir 10 Tahun Mendekam di Lapas IIA Jambi, Begini Kondisi Mantan Bupati Muarojambi As’ad Syam
SAH Nyatakan Kesiapan Partai Gerindra Hadapi Pilkada Di tengah Pendemi
Kalapas Keluhkan Lapas Sering Kebanjiran ke Ketua DPRD Provinsi Jambi Gara-gara Ini
Cek Blok Tahanan, Edi juga Sambangi Mantan Pejabat Pemprov dan DPRD di Lapas II A Jambi
Pemprov Jambi : Hoaks TKI Asal Bungo Dipersekusi di Malaysia


