JAMBERITA.COM - Kasus Corona Virus Disease (Covid-19) di tanah air terus mengalami kenaikan termasuk di Provinsi Jambi yang hari ini Minggu (17/5/2020) kembali bertambah 1 sehingga menjadi 80 kasus dan 1 orang dinyatakan sembuh.
Dimana update 16 Mei 2020 kemarin juga bertambah sebanyak 10 orang menjadi 79 orang yang dinyatakan positif. 3 orang sudah dinyatakan sembuh dan bertambah 1 orang hari ini sehingga total pasien sembuh menjadi 4 orang di Jambi.
Secara nasional, Juru Bicara (Jubir) Penanganan Covid-19 Pemerintah Achmad Yurianto dalam Video Conference pada akun facebook BNPB menyampaikan pihaknya telah melakukan ribuan spesimen dari seluruh Provindi di Indonesia sehingga hasil terkonfirmasi positif Covid-19 naik menjadi 489 orang.
"Totalnya menjadi 17.514, orang, kasus sembuh meningkat 218 orang sehingga menjadi 4.129 orang, meninggal 59 orang sehingga total menjadi 1.148 orang," terangnya.
Achmad Yurianto mengajak seluruh masyarakat di tanah air agar protokol kesehatan menjadi perhatian bersama, karena protol kesehatan adalah sesuatu yang tidak bisa di tawar, melainkan harus dipatuhi bersama-sama kemudian bisa digunakan untuk mengendalikan sebaran Covid-19.
"Saudara-saudara (seluruh masyarakat di indonesia termasuk Jambi-Red), WHO sudah memberikan informasi kepada seluruh dunia bahwa virus Covid-19 ini tidak akan hilang dengan mudah dan dengan cepat di muka bumi ini," bebernya.
Maka dari itu semua masyarakat di minta harus memiliki sikap, cara fikir yang mengacu kepada prokol kesehatan di dalam kehidupan sehari-hari atau pun dihari yang mendatang yang kemudian disebut sebagai norma baru dalam kehidupan di tengah pandemi Covid-19.
"Satu-satunya cara, agar kita bisa produktif dan aman adalah hidup berdampingan dengan Covid-19. Hidup berdampingan tidak dimaknai dengan kita menyerah, tetapi kita harus mengubah (merubah) prilaku kita, kita harus mengubah (merubah) cara pandang kita," pintanya.
Pasalnya berapa hal yang dituntut dalam pengendalian sudah dilakukan, bahkan dengan baik. Seperti misalnya kebiasaan dengan mencuci tangan menggunkan sabun, menggunakan masker mana kalah keluar rumah. Kemudian tidak menempatkan keluar rumah sebagai alternatif pertama.
"Kalau tidak memungkinkan untuk dikerjakan dari rumah baru kita pilih keluar rumah, artinya kita akan lebih banyak berada dirumah, kita bisa lebih produktif dirumah, dan kemudian menghindari tempat yang kemungkinan terjadinya tempat kerumanan orang," terangnya.
Hal ini pasti bisa dilaksanakan, meski menginggat pada beberapa waktu lalu pada saat budaya antri masih belum di miliki, secara bertahap kata Yuri semua akan mampu mengubah untuk menjadi bangsa yang bisa dan mampu melaksanakan budaya antri.
"Pasti bisa kita laksanakan, karena itu menjadi komitmen kuat bersama, karena ini adalah budaya yang bagus, bukan hanya dengan pengendalian Covid-19, tetapi juga terkait dengan pengendalian penyakit menular lainnya," ujarnya.
Pola prilaku hidup dan budaya yang dimaksudkan agar dapat dilaksanakan oleh semua warga masyarakat indonesia di tanah air. "Inilah yang harus kita laksanakan, kalau kita tidak mau melaksanakan, maka kita tidak akan bertahan tidak surprise dengan permasalahan ini," jelasnya.
Faktor pembawa virus ini adalah manusia, oleh karena itu pergerakan sebaran virus akan sangat tergantung dari aktifvitas manusia itu sendiri dan dari kegiatan sosial manusia-manusia itu sendiri, inilah yang kemudian akan menjadi faktor utama didalam penyebaran penyakit ini.
"Sudah tidak waktunya lagi kita mencoba untuk berusaha mengatakan bahwa tidak mungkin saya terserang virus, tidak mungkin, tidak bisa lagi seperti itu. Karena kita tahu virus ini akan bisa menyerang siapa saja, pada kelompok usia berapapun dan pada latarbelakang apapun," pungkasnya.(afm)
Kakanwil Kemenkum Jambi Lantik Analis Hukum hingga Anggota PAW Majelis Pengawas Notaris
Pelantikan DPC HKTI se-Provinsi Jambi Sukses Digelar, SAH Sukses Konsolidasi Petani Daerah
Wabup Katamso Hadiri Pelantikan DPD HKTI, Wamentan Tegaskan Komitmen Swasembada Pangan
Update 17 Mei 2020, Kasus Postif Covid-19 Bertambah Lagi, Total Sudah 80 Orang
PNS Pemprov Jambi Dilarang Mudik Lebaran di Tengah Wabah Covid-19, Nekat, Siap-Siap Dipecat


Hesti Perkuat Keperdulian Sosial Via Pojok Berkah TP PKK Provinsi Jambi



