JAMBERITA.COM, MERANGIN- Hasil rapid test dinyatakan positif terhadap dua (2) orang dari sopir pengusaha asal Bungo.
Ini dinyatakan tim gugus penanganan Covid-19 Kabupaten Merangin, terkonfirmasi Pasien Dalam Pengawasan (PDP) pada Jum'at lalu (10/4).
Kejadian itupun berimbas kepada (17) warga Pulau Baru, Kecamatan Batang Masumai, Merangin dikabarkan pernah kontak langsung dengan dua orang anak pasien PDP.
Dari hasil rapid test dinyatakan hasil negatif. Namun terkesan dibiarkan dalam menjalankan isolasi madiri yang dianjurkan oleh pihak tim penanganan Covid-19 Kabupaten Merangin.
Buktinya, setelah ditetetapkannya 17 orang sebagai Pasien Orang Dalam Pengawasan (OPD) yang menjalakan disiolasi mandiri di rumah, terpantau tidak ada perhatian khusus dari tim penaggulangan covid-19 Merangin, dan masih berkeliaran diluar rumah tanpa menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) seperti masker.
Bahkan berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, pihak relawan desa lawan Covid-19 dan tim dari Kecamatan Batang Masumai, serta pihak Kepolisian Polsek Bangko telah berupaya untuk menghimbau 17 warga yang menjalankan isolasi tetap dirumah dan menggunakan masker, namun himbauan tersebut tidak digubris dan sejumlah pasien ODP tetap berkeliaran di luar rumah.
Hal ini tentu membuat warga desa setempat gelisah dan cemas, serta menduga pihak pemerintah tidak serius dalam berupaya memutuskan mata rantai pencegahan penularan virus corona ini.
"Iya, siapa yang tidak cemas, meskipun hasil rapid test 17 orang warga kita ini negatif, tetapi bukannya menjalankan isolasi mandiri di rumah, tapi berkeliaran ditengah kampung.
"Mana keseriusan tim gugus depan Covid-19 Merangin, seharusnya pihak Dinas Kesehatan turun, dan pantau ke desa kita," ungkap salah satu tokoh pemuda.
"Jika perlu pihak pemerintah turun langsung, dan memberi bantuan pangan terhadap 17 orang yang menjalankan isolasi dan terdampak ekonomi ini, bukan memberikan pangan di daerah lain saja. Kita minta pak Bupati Merangin melalui Dinas Sosial Kabupaten Merangin turun dan tinjau, jangan terkesan dibiarkan, tolonglah lihat kondisinya dilapangan," tutupnya dengan nada kesal.
Terpisah Jubir Penanganan Covid-19 Kabupaten Merangin M. Arief, mengatakan pihaknya sudah memerintahkan pihak Dinas Ketahanan Pangan untuk turun menyaluarkan bantuan pangan.
"Iya, hari ini sudah kita diperintahkan Dinas Ketahanan bersama Camat, untuk menyalurkan bantuan pangan, mungkin setelah rapat Vidcon Musrenbang Kabupaten nanti," ungkapnya M. Arief didalam group Whats App Info Penaganan Covid-19, saat ditanyakan sejimumlah awak media pada Rabu (15/4).
Namun sayangnya, saat dikonfirmasi melalui via telpon untuk menanyakan terkait keseriusan kinerja pihak Dinas Kesehatan Merangin dalam pengawasan terhadap 17 pasien ODP yang saat ini masih berkeliaran diluar rumah.
Nomor Handpone yang dituju sedang aktif, namun berkali-kali dihubungi tidak diangkat.(oli)
Kawal Produk Hukum Daerah Berkualitas, Kanwil Kemenkum Jambi Harmonisasi Ranperda Merangin
Sanksi Sosial RJ: Kejari Merangin Pantau Anak Rehabilitasi Narkotika Bersihkan Masjid
Satu Lagi Warga Merangin Hasil Rapid Test Positif, Total PDP 3 Orang
Begini Penjelasan Jubir Covid-19 Tanjabbar Soal Pasien Positif Corona 05
Gandeng Jurnalis Wakil Rakyat DPRD Tanjabbar Ini Bagikan 2.500 Masker Gratis



