Jumpa Pers Soal Pemulangan Pasien Covid-19 di Jambi, IDI Akui Ada Kesalahan



Rabu, 08 April 2020 - 19:43:39 WIB



JAMBERITA.COM- Dinas Kesehatan Provinsi Jambi sampai dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Direktur RSUD Raden Mattaher akhirnya menggelar jumpa pers, Rabu (8/4/2020).

Jumpa pers tersebut merupakan penjelasan terkait dengan pasca pemulangan pasien 01 positif Covid-19 asal Kabupaten Tebo, Selasa (7/4/2020) kemarin yang sempat membuat cemas masyarakat.

Kepala Dinkes Provinsi Jambi dr Samsiran Halim mengatakan, bahwa persoalan tersebut sudah selesai terlebih pasien cepat dijemput oleh pihaknya dan kembali lagi diisolasi di rumah sakit, kedepan mudah-mudahan tidak terjadi lagi.

"Mungkin saya tidak terlalu banyak memberikan tanggapan, terpenting pasien sudah kembali kerumah sakit diisolasi," ujarnya yang kemarin sempat kesal dan kecewa terhadap keputusan RSUD Raden Mattaher.

Direktur RSUD Raden Mattaher Provinsi Jambi dr Fery Kusnadi menambahkan untuk pasien positif 01 itu sebenarnya mereka sudah mempunyai SOP dan Kemenkes juga sama.

"Tapi disini kayaknya ada sedikit koordinasi yang berbeda, bagaimana di pusat dengan di Jambi, makanya kita berkeyakinan bahwa pasien ini secara klinis sudah membaik," sebutnya singkat dan tidak terlalu banyak menjawab pertanyaan awak media.

Kemudian Ketua IDI Jambi dr Dery menyampaikan kejadian tersebut tentu menjadi perhatian semua, mudah-mudahan bisa diatasi dengan cara meningkatkan koordinasi dan komunikasi.

"Jadi dari sudut pandang kami bahwasanya dokter penanggung jawab klinis mempunyai suatu pertimbangan medis dan mempunyai hak memulangkan pasien," ujarnya.

Akan tetapi, dalam kondisional seperti sekarang ini ada hal hal koordinasi komunikasi dan pertimbangan lain yang perlu di biasakan sehingga kedepan dalam penanganan Covid-19 semakin solid atau kompak.

"Kami mohon kepada seluruh elemen masyarakat dalam kondisi seperti ini, agar bisa harus saling memahami dan menghormati," jelasnya.

Terkait dengan kecemasan masyarakat atas kejadian tersebut, menurut Dery itu wajar wajar saja, tapi kalau cemasnya berlebihan itu tidak benar, karena pada prinsipnya selama pasien pulang kerumah itu pihaknya sudah melakukan inventarisir contaktraking pasien.

"Iya akan kita verifikasi lagi, yang jelas sekarang kan memang pasien ini pulang, nah memang harus kita akui ada kesalahahan komunikasi, kordinasi yang harus kita benahi kedepan," pungkasnya.(afm)





Artikel Rekomendasi