Sebelum 7 April, 86 Orang Warga Binaan Lapas Kelas II B Muara Sabak Akan Dirumahkan



Kamis, 02 April 2020 - 17:12:42 WIB



JAMBERITA.COM, MUARA SABAK- Dalam upaya mendukung program pemerintah pusat dalam mencegah penyebaran virus corona di dalam lapas, melalui instruksi kementerian hukum dan HAM akhirnya Lapas narkotika kelas II B Muara Sabak, Rabu, 02 april 2020, merumahkan sebanyak 23 orang warga binaannya.

Syahroni Ali, selaku Kalapas kelas II B Muara Sabak mengatakan, 23 orang warga binaan ini bukan dibebaskan, melainkan dirumahkan dalam pengawasan Pihak Balai Pemasyarakatan (Bapas).

Hal Itu dilakukan sesuai dengan Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 10 Tahun 2020 dan surat keputusan Menteri Hukum dan HAM Nomor : M.HH-19. PK.01.04.04 Tahun 2020, tentang Pengeluaran dan Pembebasan Narapidana dan Anak Melalui Asimilasi dan Integrasi Dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran COVID-19.

"Ini berlaku bagi warga binaan yang tidak terkena PP 99 khusus Tipikor dan narkoba serta yang hukuman penjaranya dibawah 5 tahun. Maka bagi warga binaan yang sudah menjalani 2 per 3 (2/3) masa tahanan akan dirumahkan," ujarnya.

Selain itu, Syahroni juga menjelaskan, untuk mempermudah pihak balai pemasyarakatan dalam melakukan pengawasan warga binaan yang dipulangkan kerumah, terlebih dahulu dilakukan pendataan administrasi dan mengambil data pihak keluarga.

"Sebanyak 86 warga binaan yang akan dikeluarkan dari Lapas Narkotika Klas IIB Muara Sabak dan berdasarkan perintah dari Kemenkumham, harus clear sampai dengan tanggal 07 April 2020. Oleh Karena itu untuk tahap pertama hanya 23 orang dulu yang dirumahkan," jelasnya.

Kalapas menambahkan, untuk sementara pihaknya menangguhkan penerimaan tahanan, baik itu dari Kejaksaan, Pengadilan maupun Polres Tanjabtim untuk mencegah Covid-19 masuk ke Lapas.

"Kami belum menerima tahanan untuk saat ini, karena khawatir kalau ada tahanan yang masuk membawa wabah corona. Hal ini demi kebaikan kita bersama dan demi warga binaan kita yang sebelumnya sudah terlebih dahulu berada di sini," tambahnya.

Selanjutnya, di tempat yang sama, Kepala Bapas Jambi, Zulhendri saat diwawancarai menuturkan, subsider warga binaan boleh dilaksanakan di rumah namun dalam pengawasan Kejaksaan dan Bapas, itu khusus untuk kasus narkotika. Sedangkan untuk kasus Pidana Umum, itu cukup pihak Bapas yang melakukan pengawasan.

Terkait untuk pengawasan yang akan dilakukan nanti, pihaknya akan memantau langsung ke rumah - rumah. Selain itu juga, demi menjaga anggotanya dalam melakukan pemantauan, maka pihaknya juga menggunakan fasilitas Video Call dan telepon.

"Untuk tahap awal akan dilakukan pemantauan Tiga kali dalam seminggu, selain itu warga binaan yang pulang diharapkan tidak meninggalkan rumah atau melakukan isolasi mandiri, agar virus Corona tidak menyebar sekaligus bertujuan untuk membantu program pemerintah," pungkasnya. (hrd)




Tagar:

# TANJABTIMUR





loading...






JA Bacok Pantat Tukang Urut Sampai Robek

JA Bacok Pantat Tukang Urut Sampai Robek

Jumat, 05/06/2020 17:00:33