JAMBERITA.COM- Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi Pinto Jaya Negara Abidin meminta Pemerintah Provinsi Jambi untuk melawan penyebaran virus Corona dengan Sosial Distancing. Ia tidak setuju jika dilakukan lockdown karena akan berdampak pada perekonomian masyarakat.
Pinto mengatakan, Sosial Distancing adalah menjaga jarak sosial yakni dengan mengendalikan pergerakan masyarakat. Kumpulan orang banyak dikurangi dan menganjurkan masyarakat untuk tinggal di rumah. Berbeda dengan lockdown, semua aktivitas ekonomi ditutup.
“Kalau lock down semuanya ditutup tidak ada aktivitas, bandara tutup. Ini saya tidak setuju karena berpengaruh ke perekonomian kita. Kalau social distancing kita meskipun belum merasakan sakit, kita sudah membatasi diri, tidak termpat keramaian massal ,”kata Pinto Senin (16/3/2020).
Ia mengatakan, di luar negeri, beberapa negara menerapkan social distancing. Dimana, ekonomi tetap jalan. “Mereka jaga jarak satu meter, baik di warung, kalau ngantri di bank 1 meter. Mengurnagi kontak fisik. Kita di Indonesia kontak fisiknya tinggi, salaman, cipika cipiki. Memang ini kalau kita ekstrim tanpa himbauan terlebih dahulu akan aneh. Saya sendiri merasakannya. Tapi memang harus dilakukan,” katanya.
Menurutnya ini yang harus dilakukan Pemerintah provinsi Jambi untuk melakukan mitigasi soal social distancing kepada seluruh elemen masyarakat. Mulai dari anak-anak hingga orang tua.
Ia juga tidak setuju bahasa meliburkan anak sekolah. Tapi yang benar adalah sekolah dialihkan di rumah dengan memberikan tugas-tugas seperti biasa di rumah. “Karena kalau bahasanya diliburkan, nanti malah ke maal, nonton di biskop apalagi orang tuanya juga libur. Atau mudik ke kampung,” katanya.
Bahkan Ia menyarankan guru memberi tugas soal Covid-19 dan bagaimana pencegahannya. Sehingga anak-anak akan diskusi dengan orang tuanya. Secara tidak langsung juga melakukan sosialisasi. “Anak bisa menghimbau ibu jangan arisan dulu, papanya jangan ke Jakarta dulu dan sebagainya,” urai Pinto.
Menurutnya jika sosical distancing gagal dilakukan, maka Rumah sakit yang ada di Jambi tidak akan sanggup menampung pasien. “Makanya yang bisa dilakukan jika kita sakit, langsung mengisolasi diri di rumah. Melawan virus dengan meningkatkan daya imunitas tubuh,” tambahnya.
Ia berharap Gubernur Jambi dan seluruh perangkatnya aktif muncul di muka umum untuk memberikan sosialisasi dan informasi secara terbuka terkait kondisi di Provinsi Jambi.(sm)
Gebrakan 'Banteng' Senayan! Edi Boyong Proyek Belasan Miliar, Tangani Longsor Lubuk Landai di Bungo
Sambut Mudik Lebaran 1447 H, Dinas PUTR Jambi Genjot Pemeliharaan Rutin Jalan Provinsi
Antisipasi Penyebaran Virus Corona, Gubernur Jambi Liburkan Siswa SMA/SMK
Wakil Ketua DPRD Pinto Desak Pemprov Berikan Update Terbaru Soal VIrus Corona di Jambi




Danrem 042/Gapu tinjau Progres pembangunan KDKMP dan Jembatan Gantung di Kabupaten Bungo

