HMDK-J Akan Gelar Talkshow Evaluasi 5 Tahun Kinerja Kades di Kerinci



Kamis, 05 Maret 2020 - 10:34:54 WIB



Oleh: Mimi Fatria*

 

HMDK-J akan mengadakan pelantikan sekaligus tallkshow dengan tema "Mengevaluasi 5 tahun kinerja kepala desa Kabupaten Kerinci" di Bulan Maret ini.

Beberapa tahun kemarin, beredar kasus korupsi di kepolisian yang menyeret Pemerintah Kerinci khususnya kepala desa.

Setelah banyaknya kejadian kepala desa yang terjerat dalam kasus korupsi tersebut. HMDK-J akan mengadakan kegiatan pelantikan sekaligus talkshow dengan tema "mengevaluasi 5 tahun kinerja kepala desa kabupaten Kerinci" kegiatan ini dilakukan agar hal yang telah terjadi saat kemarin tidak lagi terulangi pada masa pejabat 5 tahun kepala desa kedepannya.

Kegiatan ini juga bertujuan untuk mengevaluasi kesalahan yang telah dilakukan oleh kepala desa, mengevaluasi keuangan yang salah digunakan dan mencari solusi agar kerinci tidak lagi memilih dan menetapkan kepemimpinan yang memakan uang rakyat untuk kepentingan pribadi.

sebagai mahasiswa dengan peran agen of control, HMDK-J siap mengontrol kenirja kepala desa di kabupaten Kerinci pada umumnya dan kecamatan danau kerinci khususnya, karena kemajuan negara bermulai dari desa, tidak berhasilanya suatu negara karena gagalnya kepala desa dalam menjalani kepemimpinan.

Ketua pelaksana acara ini, Andika mengatakan bahwa kegiatan ini rill untuk mencari jalan keluar agar kerinci tidak lagi menetapkan pemerintah yang memakan uang rakyat dengan semena-mena untuk kesenangan pribadi, untuk pejabat yang telah korupsi di mohon untuk memberikan konsekuensi yang seadil-adilnya.

Formature HMDK-J, Bobi Supriawan juga mengatakan bahwa HMDK-J menolak pemerintah yang memakan uang rakyat.

"Kami menghimbau mahasiswa kerinci tanpa terkecuali untuk mengontrol kinerja kepala desa 5 tahun kedepan demi kemajuan dan keadilan kita bersama," katanya.

Semoga dengan adanya acara ini, akan membuka arah pikir mahasiswa untuk lebih produktif lagi mengontrol pemerintah kabupaten Kerinci agar tidak ada lagi korupsi dan memperburuk nama desa serta nama kabupaten Kerinci itu sendiri. (*)


Penulis adalah: Mahasiswi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi.



Artikel Rekomendasi