Belasan Tahun Merasa Terzalimi oleh PT WKS dan PT TML, Ratusan Warga Teluk Nilau Demo ke DPRD



Senin, 10 Februari 2020 - 15:08:20 WIB



JAMBERITA.COM - Merasa terzalimi selama belasan tahun, ratusan massa yang mengatasnamakan masyarakat Teluk Nilau, Kecamatan Pengabuan, Tanjab Barat, menggelar aksi unjuk rasa di halaman Gedung DPRD Tanjab Barat, Senin (10/2/20).

Massa yang tergabung dalam Serikat Tani Nasional (STN) Provinsi Jambi itu nekat mendatangi Gedung DPRD Tanjab Barat menyampaikan aspirasi berupa tuntutan agar ribuan hektare tanah yang merupakan milik rakyat di kembalikan PT Wira Karya Sakti (WKS) dan PT. Tri Mitra Lestari (TML).

Koordinator aksi, Jon Akbar, mewakili suara massa pengunjuk rasa, meneriakan bahwa masyarakat kecewa terhadap sikap DPRD Tanjabbar yang dinilai selama ini tidak mampu menyelesaikan masalah antara pihak masyarakat yang merasa dirugikan dengan perusahaan perusahaan yang beroperasi di wilayah Tanjabbar.

"Tanah ini untuk Petani, Bukan untuk Korporasi," cetusnya, mengawali aksi protes.

Belasan tahun, hampir selam 18 Tahun lahan kami seluas 1.913 hektare dikuasai oleh dua perusahaan besar yang berada di Kecamatan Tebing Tinggi itu,” ungkap pendemo lainnya, Pahni.

Selain PT WKS lahan warga kelurahan Teluk Nilau ini juga telah dicaplok oleh PT. Tri Mitra Lestari, "Dari hasil pengukuran dilokasi beberapa waktu lalu, kita dapatkan sebanyak 1.100 hektar masuk dalam lahan PT WKS, sedangkan 813 hektar masuk ke dalam lahan PT Tri Mitra Lestari, ” imbuhnya.

Para demonstran meneriakan lima tuntutan. Diantaranya, tuntutan meminta dikembalikan areal seluas 1913 Hektre mlik tanah rakyat (adat) Kelurahan Teluk Nilau berdasarkan Perda nomor 8 tahun 2008 tentang batas penetapan wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Sertau, normalisasi sungai alam yang telah direkayasa oleh PT WKS.

"Kami meminta untuk segera mengaudit pajak lahan yang selama 18 tahun di caplok PT WKS da PT TML. Selanjutnya, agar melaksanakan UUPA No. 5/1960 sebagaimana tanah adalah sebesar besarnya untuk kemakmuran Rakyat, serta meminta untuk menghentikan kriminalasi terhadap aktivis dan petani," beber Korlap aksi.

Pantauan dilapangan, kurang lebih setengah jam melakukan aksi, pengunjuk rasa yang disambut oleh anggota Komisi II DPRD Tanjabbar, yakni Sufrayogi Syaiful, Nurkholis, dan Shobari.

Syufrayogi Syaiful Komisi II DPRD Tanjabbar, di hadapan para pendemo ia mengatakan segera akan menindaklanjuti tuntutan para pengunjuk rasa dan tidak akan tinggal diam.

"Saya bersama anggota dewan lainnya akan menindaklanjuti, dan mempelajari hal ini dan tuntutan hari ini," ujarnya, disambut sorak sorai riuh suara pendemo. (Henky)




Tagar:

# TANJABBARAT

Artikel Rekomendasi