JAMBERITA.COM - Jurusan/Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Jambi (UNJA) menggelar Kuliah Tamu, Jum’at (31/1/2020), dengan menghadirkan Prof. Hardinsyah, MS, PhD, Guru Besar Ilmu Gizi Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) IPB University dan juga Ketua Umum PERGIZI PANGAN Indonesia dan President Federation of Asian Nutrition Sociates (FANS). Kuliah Tamu dengan mengambil Tema Aspek Ekonomi Ketahanan Pangan dan Gizi dihadiri oleh Mahasiswa dan Dosen di Ruang Senat Faperta UNJA lantai II Kampus Mendalo Jambi.
Kajur/Kaprodi Agribisnis Faperta UNJA Dr. Fuad Muchlis menyatakan, sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran, maka beberapa mata kuliah tidak saja berfokus pada aktivitas rutin seperti kuliah kelas dan praktikum, tetapi juga menghadirkan dosen tamu yang berkompeten untuk memberi motivasi dan pencerahan bagi mahasiswa, dan mengupdate teori/referensi bagi dosen pengampu mata kuliah sehingga atmosfir akademik di kampus semakin berkembang.
Khusus mata kuliah Ekonomi Pangan dan Gizi, kita melihat isu pembangunan pangan dan gizi termasuk di Jambi yang kerap mengemuka adalah persoalan ketersediaan pangan (ancaman produksi akibat konversi lahan) dan beberapa daerah yang terindikasi rawan stunting.
“Kita ingin mahasiswa tidak saja bergumul dengan hal-hal tekstual tetapi juga aware dengan persoalan-persoalan di sekitarnya. Hadirnya narasumber diharapkan menjawab kebutuhan mahasiswa kita tersebut,” tutur Fuad dalam sambutannya.
Prof. Hardinsyah dalam paparannya menyebut bahwa dimensi penting memahami ekonomi ketahanan pangan meliputi beberapa aspek, yakni aspek ketersediaan pangan, yang dipengaruhi oleh faktor produksi, baik dari sisi ekologi, teknologi, sumber daya manusia, dan faktor sosial-ekonomi politik.
Aspek Stok Pangan, umumnya dipengaruhi oleh bantuan pangan, Impor, kehilangan dan pemborosan pangan di masyarakat.
Aspek Akses pangan, terkait distribusi, pasar, infrastruktur, harga dan penghasilan penduduk dan faktor sosial-ekonomi & politik (stabilitas).
Aspek Pemanfaatan Pangan, meliputi keamanan makanan, kualitas makanan, preferensi makanan, pengetahuan gizi, air bersih, sanitasi dan kesehatan; serta aspek Stabilitas Pangan yakni manajemen pada 3 dimensi, yakni pengawasan dan intervensi makanan, kepemilikan pangan, baik swasta maupun publik, dan faktor sosial-ekonomi dan politik.
Sementara untuk memahami Ekonomi Keamanan Gizi, Ketum PERGIZI PANGAN Indonesia ini menyebut, ada 3 isu penting yang menjadi tantangan pembangunan gizi, yaitu: Isu Stunting (perawakan pendek), yakni gangguan pertumbuhan linear akibat kekurangan gizi kronik sebagai cermin telah terjadi kekurangan asupan gizi, gangguan tumbuh kembang jaringan atau organ secara kronik. Kasus stunting bisa disebabkan oleh faktor genetika, pencernaan dan metabolik, kebersihan diri dan lingkungan, pemenuhan kebutuhan gizi.
Isu Iron Deficiency Anemia (IDA) atau Kekurangan Zat Besi dari Anemia, yang akan berpengaruh negatif pada fungsi kognitif dan produktivitas fisik. Prof Hardin menyebut, hasil studi di 10 negara berkembang menunjukkan bahwa kerugian total rata-rata (gabungan kognitif dan produktivitas fisik) dapat mencapat $16,78 per kapita, 4,05% dari PDB; dan Isu Overweight & Obesity (OO). Obesitas yang meningkat dengan dampak ekonomi negatif yang luar biasa. OO dapat meningkatkan Penyakit Tidak Menular, yang meningkatkan pengeluaran Perawatan Kesehatan, dan umumnya anak-anak sekolah obesitas cenderung memiliki prestasi belajar yang rendah. Penyakit dan prestasi belajar yang rendah akan menghasilkan produktivitas yang lebih rendah.
Pada bagian akhir President Federation of Asian Nutrition Sociates (FANS) ini menyampaian bahwa Pembangunan ketahanan pangan dan gizi akan memberi manfaat ekonomi dalam pembangunan, dan perbaikan gizi memiliki dampak majemuk positif dalam berbagai dimensi kehidupan manusia.
Acara Kuliah Tamu ini dibuka oleh Dekan Fakultas Pertanian UNJA yang diwakili oleh Wakil Dekan Bidang Akademik, Kerjasama dan Sistem Informasi Dr. Ir. Wilyus, M.Si dan dipandu oleh moderator Prof. Dr. Ir. Suandi, MS (Guru Besar Program Studi Agribisnis Faperta UNJA). (*/sm)
Hadiri Malam Penutupan Perform Visual Art Instant, Edi Purwanto: Ini jadi Sumber Insipirasi
Ketika Ivan Wirata Disapa Tim Relawan Waktu Cabup di Muaro Jambi, Begini Kearabannya
Masuki Musim Penghujan, UPTD Alkal Dinas PUPR Komitmen Atasi Ruas Jalan yang Rawan di Provinsi Jambi
Datangi Mapolda, DPR RI Bahas Soal Ilegal Drilling dan Maraknya PETI di Jambi
Hadiri Pelantikan Rektor Unja Prof Sutrisno, Ini Harapan Edi Purwanto


Menambal Asa di Jalur Penyangga : Komitmen PUTR Jambi Benahi Infrastruktur Jalan Padang Lamo



