JAMBERITA.COM - Sidang paripurna istimewa DPRD Provinsi Jambi dalam rangka HUT ke-63, Senin (6/1/2020) dimulai. Dalam pelaksanaan paripurna ini hadir Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga.
Selain itu, seluruh Anggota DPR RI serta DPD RI dapil Jambi hadir dalam paripurna ini. Ditambah lagi beberapa orang mantan Wakil Gubernur yang hadir, seperti Hasip Kalimuddin Syam dan Antoni Zeindra Abidin.
Para Bupati/Walikota juga hadir dalam pelaksanaan paripurna ini. Hanya saja Sarolangun dan Sungai Penuh diwakili oleh para wakil Bupati.
Edi Purwanto selaku Ketua DPRD Provinsi Jambi menyampaikan rasa syukur bahwa Provinsi Jambi mendapatkan beberapa penghargaan. Selain itu juga Pemerintah mampu melakukan aksi pencegahan korupsi dengan angka tinggi hingga 100 persen.
"Kami apresiasi setinggi-setingginya dalam pencapaian tersebut. Terima kasih atas kinerja yang dilakukan selama ini untuk kesejahteraan Jambi," katanya.
Ia mengatakan, pihaknya juga apresiasi kerja-kerja rekan anggota DPRD provinsi Jambi yang begitu semangat dan progressif melakukan sidak-sidak untuk melihat langsung permasalahan di lapangan. Semoga semangat positif sebagai penyambung lidah rakyat ini terus dipertahankan. "Semoga ini semua bisa terus dilakukan untuk kesejahteraan masyarakat Jambi," tukasnya.
Dalam kesempatan ini Edi juga menyampaikan sekilas asal usul Provinsi Jambi.
Nama Jambi sudah tercatat dalam deskripsi Tiongkok dengan sebutan Canpi di abad ke-9. Nama ini kemudian disandingkan dengan nama Raja Kerajaan Melayu Jambi yaitu PUTI SELARO PINANG MASAK di abad ke-15.
Keberadaan situs-situs kepurbakalaan sepanjang Daerah Aliran Sungai Batanghari memberikan indikasi bahwa Jambi merupakan suatu kawasan yang dapat dikatakan sebagai pusat peradaban dan paduan antara peradaban Timur dan Barat.
Tak heran apabila ada catatan yang menyebutkan bahwa Guru besar di Nalanda (India) yaitu Atisa pernah menimba ilmu di Jambi, tepatnya di Komplek Percandian Muaro Jambi selama 12 Tahun.
Keberadaan dan kemegahan pusat peribadatan di melayu Jambi tersebut, tercatat dalam perjalanan seorang pendeta muda dari Tiongkok yang bernama I- Tsing pada abad ke 7.
Terlepas dari dimana letak Pusat Sriwijaya, kita tetap mempunyai kebanggaan bahwa bumi melayu atau swarnabumi merupakan suatu bentuk kawasan dan kerajaan yang berada di Jambi, dan pada abad Ke-12 telah menempatkan Maha Senopatinya di Grahi (Sebelah Selatan Kamboja/Thailand).
Penanda-penanda zaman ini telah tercatat dengan tinta emas dalam lembaran-lembaran sejarah yang kemudian terwariskan sampai ke masa kesultanan yang dimulai dari orang Kayo Hitam dan diakhiri Sulthan Thaha Saifuddin, yang dengan tegas gagah berani memperjuangkan dan menegakkan kedaulatan terhadap bentuk penjajahan kolonialisme di masanya.
Akhirnya pada tanggal 6 Januari 1957 Badan Kongres Rakyat Djambi (BKRD) mendeklarasikan Keresidenan Jambi plus wilayah Kerinci sebagai Daerah Swatantra Tingkat I Jambi yang langsung berhubungan dengan Pemerintah Pusat.
Realisasinya diundangkan dalam UU Darurat No. 19 tahun 1957 tanggal 9 Agustus 1957 dan dikukuhkuatkan dengan UU No.61 tahun 1958 tanggal 25 Juli 1958 tentang Pembentukan Daerah Swatantra tingkat I Sumatera Barat, Jambi dan Riau.(*/sm)
Setelah Sambangi Kodim, Danrem Cek Pembangunan Kopdes Merah Putih - Sambangi Pos TNI AL
Danrem 042/Gapu di Kodim 0419/Tanjab : Jangan Buat Pelanggaran, Apalagi Judol!
BREAKING NEWS: Pemprov Jambi Lelang 5 Posisi Jabatan Eselon II, Cek Jadwal dan Syaratnya!
5 Bupati Kembali Kompak Di Paripurna Istimewa HUT Jambi, Sinyal Kuat Dukungan Pilgub?
HUT ke-63, HMI Berikan Kartu Merah Ke Gubernur Jambi, Apa Maksudnya?


Danrem 042/Gapu di Kodim 0419/Tanjab : Jangan Buat Pelanggaran, Apalagi Judol!


