JAMBERITA.COM - Geliat aktifitas bongkar muat barang bukan di pelabuhan resmi masih sering ditemukan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Sebuah Kapal Motor (KM) Semoga Berkah II terlihat leluasa bersandar di pelabuhan eks gudang pinang PT Sari Nur di Desa Sungai Saren, Kecamatan Bram Itam, Tanjab Barat, pada Kamis siang (26/12/19), sekitar pukul 11.30 WIB.
Kapal Motor (KM) Semoga Berkah II yang bersandar di pelabuhan tikus tersebut berisi penuh dengan karung goni dan tertutup rapat dengan terpal warna kuning itu, diduga bersiap untuk melakukan aktifitas bongkar muat.
Kapten Kapal saat dikonfirmasi awak media terang-terangan mengakui jika kapal yang dinahkodainya itu berisi Karung Goni yang dibawa dari Tanjung Pinang, Kepulauan Riau (Kepri). Dia menyebutkan jika kapal tersebut milik warga Kuala Tuangkal bernama Apuy.
"Muatan barangnya hanya Karung Goni, itu saja, pemiliknya Apuy warga Kualatungkal keturunan Tionghoa," beber kapten kapal kepada wartawan, sembari mengatakan jika barang akan dibongkar setelah tengah hari.
Tidak lama berselang, terlihat datang seorang pria yang mengendarai motor Yamaha Aerox les biru yang diduga bernama Apuy mengantarkan makanan untuk kapten Kapal dan ABK. Saat diminta keterangan, pria paruh baya berkulit putih tersebut membantah jika kapal tersebut miliknya, dan dirinya menyebutkan jika pemilik kapal adalah atas nama ST.
"Ini bukan punya saya, saya hanya mengantarkan makanan untuk ABK. Pemiliknya pak ST, anggota (Tanpa menyebutkan anggota apa). Untuk lebih jelasnya langsung saja hubungi pak ST," ujarnya terburu-buru pergi setelah meninggalkan nomor Handphone ST yang disebut sebagai pemilik kapal dan barang.
Sementara itu, ST dihubungi melalui ponselnya mengakui jika kapal dan barang yang bersandar di pelabuhan milik eks PT Sari Nur tersebut adalah miliknya yang diangkut dari Batam. Hanya saja dirinya tidak mau menyebutkan jumlah karung yang dibawanya dan alasan mengapa dibongkar di pelabuhan tersebut.
"Emang apa yang salah dengan karung goninya. Itu punya saya, kalau jumlah dan mengapa bongkar di sana, dak usah pertanyaan itulah. Cek dan tanya saja langsung dengan Ketua RT dan Babinsa serta Kapol Pos disana," jawabnya, dengan nada tinggi.
Terpisah, Ketua RT 05, Sahini membenarkan jika sebelumnya ada orang yang datang dan meminta izin akan dilaksanakan bongkar muat di wilayahnya itu. Namun dirinya tidak berani memberi izin dan mempersilahkan pemilik kapal untuk mencari pihak-pihak terkait untuk memberi izin bongkar di wilayah tersebut.
"Kemarin memang ada orang datang kerumah untuk meminta izin melakukan aktifitas bongkar di lokasi tersebut,' terang Ketua RT setempat, Sahini.
"Tapi saya katakan saya pribadi tidak berana memberi izin silahkan minta izin dengan pihak yang berwenang lainnya saja. Karena gudang tersebut dalam keadaan terkunci atau disita setelah kasus direkturnya melarikan diri," pungkasnya. (Henky)
Bupati Tanjab Barat Tinjau Rumah Warga Program Bedah Rumah BAZNAS
Ketua Komisi III Albert Chaniago Hadiri Peringatan Hari Buruh di Tanjab Barat
Rapat Paripurna Keempat DPRD Tanjab Barat Sampaikan Rekomendasi Strategis
Bantah Ada Dualisme KNPI Tanjabbar, Dadang : Saya Pilih Fokus pada Pembentukan Pengurus Baru



