JAMBERITA.COM- Batanghari akan menggelar Pilkada pada 2020. Nama Yunninta Asmara sendiri merupakan salah satu calon bupati terkuat. Ini disampaikan juru bicara tim pemenangan Yunnita Asmara yang memaparkan hasil survei terbaru mereka tentang pilkada yang akan dihelat 23 September 2020 tersebut.
"Alhamdulilah survei periode Desember ini ibu masih yang tertinggi, jauh selisihnya dengan bakal calon,” ungkap pria yang akrab disapa Aan tersebut.
Ketika ditanya faktor yang membuat masyarakat menjatuhkan memilih Yunninta, Aan yang berprofesi sebagai pengacara ini mengatakan berdasarkan hasil survei, hal pertama yang membuat masyarakat menjatuhkan pilihan pada Ya adalah merakyat (20 persen). Pemimpin populis masih mendapat tempat.
Berturut-turut setelah itu: jujur dan berintegritas 13,6 persen, berpengalaman 12, persen, bijaksana, wibawa, religius 11,9 persen. Pempimpin yang berprestasi hanya mendapat porsi 7,4 persen
Sementara yang memilih karena tampan/cantik dan santun memiliki persentase paling kecil yaitu 0,3 persen. Hal ini Ibu Yunninta dinilai merakyat karena masyarakat butuh pemimpin merakyat yang otentik. “Sebelum dia memimpin dan saat memimpin tidak ada bedanya," ujarnya.
Kokohnya Elektabilitas Yunninta sembilan bulan jelang pilkada Batanghari ini karena masyarakat menilai ia mampu berbicara tentang pertumbuhan ekonomi dan memiliki konsepsi dalam memimpin masyarakat. “Ini menambahkan nilai keyakinan masyarakat pada beliau,” pungkasnya.(*/sm)
Warga Pemayung ini Sebut Nomor Urut Satu Bagi Paslon Yuninta-Mahdan Simbol Kemenangan
Dukungan Tak Terbendung, Warga Desa Rawa Mekar Teriakkan Yunninta-Mahdan Harga Mati
36 Panwascam di Tebo Resmi Dilantik, Fachrul Rozi: Harus Jaga Soliditas dan Integritas
Panwascam Dilantik, Bawaslu Provinsi Jambi Pastikan Seleksi Sesuai Aturan


Hesti Haris Ajak Generasi Muda Melek Finansial: Investasi Cerdas, Tolak Keuangan Ilegal


