JAMBERITA.COM - Jelang perayaan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 harga Elpiji 3 kg bersubsidi di Kabupaten Tanjung Jabung Barat melambung.
Bukan hanya langka, harga elpiji melon tersebut di dalam Kota Kualatungkal dijual seharga Rp30.000 dari Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp18.000 per tabung gas melon.
Bahkan di Kecamatan Seberang Kota elpiji bersubsidi bagi masyarakat miskin itu dijual Rp40.000 per tabung.
"Di kecamatan kami Seberang Kota masyarakat belinya Rp 40.000 per tabbung," beber Seklur Tungkal V Seberang Kota, Tanjung Jabung Barat, Jambi, Ahmad Syafei, Senin (23/12/19).
Kelangkaan gas elpiji, kata Syafei, sangat sulit didapat, selain akibat pemerintah dan dinas terkait gagal mengendalikan harga. Ketiadaaan agen dan pangkalan gas elpiji tak pernah terealisasi di Seberang Kota.
Padahal Kecamatan Seberang Kota, ujar Syafei, dengan jumlah penduduk lebih kurang hampir 5.000 kk.
Selama bertahun tahun sampai saat ini belum masyarakat Seberang Kota mencari bahan bakar seperti gas masih bergantung pada agen pangkalan gas yg berada di Kecamatan lain yang terdekat.
Seklur Tungkal V, Ahmad Safe’i Mengatakan, pangkalan bahan bakar sejenis gas 3 kg wajib di adakan untuk Masyarakat Seberang Kota yg selama bertahun tahun ini tak pernah terpenuhi akan kebutuhan gas 3 kg bagi masyarakat yang tak mampu.
“Di sini harga gas 3 kg bisa mencapai Rp 40.000 per tabung, karena harga gas melon ini saat di Kota, Tungkal Ilir bisa mencapai Rp 30.000 per tabung gas. Apalagi di sini akibat akses yang sangat minim membuat harga tabung gas melon ukuran 3 kg ini melonjak tajam harganya, membuat masyarakat menjerit tanpa bisa bersuara," ujar Seklur. (Henky)
Bupati Tanjab Barat Tinjau Rumah Warga Program Bedah Rumah BAZNAS
Ketua Komisi III Albert Chaniago Hadiri Peringatan Hari Buruh di Tanjab Barat
Rapat Paripurna Keempat DPRD Tanjab Barat Sampaikan Rekomendasi Strategis
Rapat Gabungan Molor Hingga Berjam jam, Komisi III: Saya Rasanya Mau Balek Saja!



