Penulis:
Jujur secara sepintas bermakna tidak bohong, yaitu kesesuain antara perkataan dan realita. Tapi secara detail, jujur bisa diartikan kesesuaian antara niat, perkataan, tindakan dan sikap.
Kita dapat menyerderhanakan makna jujur dari pengertian diatas dengan keterbukaan, tidak menyalahi apa yang seharusnya dikatakan dan dilakukan, menyuarakan perbuatan hati dan bersikap sesuai dengan hati nurani. Sehinga, tepatlah jika kejujuran memang betul-betul menyelamatkan seseorang selamanya, sesuai dengan pepatah “Kejujuran menyelamatkanmu selamanya sedang kebohongan menyelamatkanmu hanya sesaat” karena seseorang yang jujur tidak tertekan, berbeda dengan seseorang yang berbohong ia tertekan dan terjajah akibat dari menyembunyikan sesuatu.
Sesuai dengan pengertian diatas jujur itu tidak hanya satu macam. Ada yang disebut jujur dalam niat serta keyakinan, dengan menjadikan perkataan dan perbuatan hanya untuk Allah semata.
Fenomena Kejujuran Di Zaman Sekarang
Sungguh miris melihat fenomena keberadaan umat Islam diabad 21 ini. Kehidupan mereka penuh hoaks, pencintraan, dan kamuflase belaka. Mereka seakan-akan tidak mengenal identitas dirinya sebagai umat Islam. Mereka hanyut dalam era keterbukaan seperti sekarang. Mereka tak peduli dirinya mau bertindak bagaimanapun yang penting bagi mereka adalah happy, menyenangkan serta mendapatkan kemanfaatan duniawi belaka.
Kejujuran sebagai nilai-nilai prinsip kehidupan menjadi sesuatu yang sangat mahal dalam hidup mereka khususnya pada era yang dikenal dengan era milenial ini.
Terbukti, para pemuda dan pemudi sebagai generasi bangsa sudah tak lagi menganggap kejujuran sebagai sumber keselamatan dan kebahagiaan. Mereka lebih senang berkata bohong, menebar hoaks dan melakukan pencitraan semata, tanpa pikir akan kesesuaiannya dengan kata hati nurani.
Begitu pun juga, para pemimpin entah ia tokoh, kiai, pejabat sekalipun menganggap kejujuran sebagai sesuatu yang tak berguna. Lihatlah dengan seksama, era yang dipenuhi dengan banjirnya perkembangan tehnologi ini.
Dengan mudahnya mereka dikelabui oleh perkembangan yang diagung-agungkan. Akal budi, jiwa bijak dan hati nurani mereka dibiarkan tercuci oleh perkembangan. Bagi mereka, perkataan dan tindakan sudah tak lagi penting dipikirkan. Apakah ia benar, jujur, ikhlas dan menebarkan keselamatan. Bahkan, lebih miris lagi, seringkali mereka menjadikan agama sebagai pancingan memikat kepentingan.
Internet dan smartphone yang menjadi branding perkembangan era sekarang menjadi bukti kuat mahalnya kejujuran dikalangan mereka. Betapa banyak ujaran kebencian bergentayangan di sosial media, jutaan fitnah/hoaks dalam setiap harinya menjadi santapan paling nikmat media sosial, dan kebohongan serta pencitraan juga tidak luput ambil bagian didalamnya.
Fenomena ini menjadi sebuah problem yang sangat perlu disadari agar tidak terus berlanjut. Karena jika kita tarik nafas dalam-dalam, kemudian kita melihat dengan akal sehat daan hati nurani kita akan menemukan sebuah keyakinan bahwa kejujuran itu sangat penting dalam kehidupan ini, karena ketenangan dan kebahagiaan bersumber dari kejujuran.
6 Alasan kenapa seseorang berbohong
Terkadang, lebih baik mengatakan kebohongan putih daripada kenyataan yang menyakitkan. Namun bukan berarti, Anda bisa berbohong sesuka hati Anda. Berbohong tetap dinilai sebagai perbuatan tak terpuji yang bisa membahayakan keharmonisan hubungan. Berikut adalah enam alasan mengapa seseorang berbohong,
Berbohong bisa bersumber dari kebiasaan yang kita lakukan sehari-hari. Mereka yang memiliki kebiasaan semacam ini lebih suka mengatakan ketidakjujuran ketimbang kebenaran.
Anda berbohong karena ingin menyembunyikan kejelekan atau kekurangan Anda. Ini bisa saja berkaitan dengan hubungan masa lalu Anda dengan sang mantan atau rahasia terdalam Anda yang tidak ingin diketahui siapa-siapa.
Anda mungkin tidak ingin menyakiti hati pasangan. Anda takut Anda akan mematahkan hatinya dengan mengungkapkan kebenaran padanya.
Beberapa orang tidak ingin membiarkan orang lain tahu rahasia terdalam mereka, yang dapat membuat orang lain menghakimi mereka. Sikap ini kemudian memunculkan keinginan untuk berbohong agar dapat menutupi kekurangan atau rahasia yang disembunyikan.
Mengatakan kebenaran sangatlah rumit dan sulit. Dan itu bisa mempengaruhi hidup Anda secara negatif. Alhasil, berbohong menjadi cara termudah untuk mengatasi masalah tersebut.
Anda tidak berpikir bahwa Anda memiliki jawaban yang cukup meyakinkan untuk orang lain, sehingga akhirnya Anda berbohong. Ini merupakan tanda bahwa Anda tidak menghormati diri sendiri.
Ada beberapa tips untuk melatih kejujuran agar kita betul-betul membumikannya dalam kehidupan yang sangat menantang ini, pertama, memantapkan hati untuk selalu ikhlas dan jujur dalam memulai segala sesuatu.
Kedua, membersihkan hati dan pikiran dari segala penyakit dengan cara banyak berzikir dan mengingat Allah SWT. Ketiga, konsultasikan segala perkataan dan tindakan pada hati nurani yang terdalam dan dengarkanlah fatwanya.
Keempat, yakinkan diri bahwa kejujuran merupakan jalan keselamatan dan kebahagiaan. Terakhir, biasakan jujur pada diri sendiri, keluarga dan masyrakat dalam segala hal.
Maka dari itu, pada momen yang sangat penting ini marilah kita merenung sejenak, mengingat pesan-pesan Nabi Muhammad SAW akan urgensi dari sebuah kejujuran sebagai sebuah perayaan Hari Agung Kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Seperti Hadits yang diriwayatkan oleh imam al-Bukhori dan Muslim. Dalam riwayat ini Nabi Muhammamd SAW mewajibkan kejujuran dan melarang kebohongan.
‘’Kejujuran diperintahkan, karena menurut beliau, kejujuran merupakan kebaikan yang dapat mendatangkan kenyamanan serta surga. Kebohongan dilarang, karena ia bentuk dari kejahatan yang dapat melahirkan kesengsaraan serta neraka.’’
DAFTAR PUSTAKA
https://www.merdeka.com/gaya/6-alasan-kenapa-seseorang-berbohong.html
https://portalmadura.com/mahalnya-kejujuran-di-era-milenial-173680
Metode Pendidikan Politik dan Pendekatan Andragogi Menyonsong Pilkada Serentak Provinsi Jambi
Dengan Harta, Hidup Akan Menjadi Bahagia atau Akan Menjadi Sengsara


Komisaris Utama PT PAL Bengawan Kamto Kembali Ditahan di Rutan Jambi


