Yunninta: Kuliner Batanghari Harus Kita Lestarikan



Rabu, 06 November 2019 - 07:56:46 WIB



JAMBERITA.COM- Batanghari memiliki kekayaan kuliner lokal yang beragam, salah satu kuliner khas Kabupaten Batanghari adalah gulai talang dan Gulai terjun asal kecamatan Mersam yang sudah cukup dikenal masyarakat luas hingga ke luar daerah di provinsi Jambi.

Pernyataan ini disampaikan Hj. Yunninta Asmara, SH ketika berbicara tentang kuliner khas di kabupaten Batanghari (2/11/2019) kemarin. Seperti Gulai talang dan Gulai terjun yang yang cukup dikenal masyarakat karena kelezatannya.

Gulai talang sendiri merupakan kuliner turun temurun. Dinamai gulai talang karena pada jaman dahulu, orang-orang di daerah itu saat pergi berkebun atau 'ketalang' selalu memasak kuliner tersebut karena bahan-bahannya yang mudah di dapat pada saat itu. 

"Dalam berbagai hajatan gulai talang menjadi hidangan istimewa, khususnya mereka dari perantauan, ini selalu dihidangkan dan selalu mencari gulai talang ini,” ujar Ketua TP PKK Batanghari tersebut. "

Sementara rempah-rempah yang digunakan merupakan rempah-rempah seadanya yang mudah di dapat saat di kebun seperti bawang, cabai, kunyit dan rempah-rempah pada umumnya. 

Meskipun dimasak menggunakan rempah-rempah seadanya, namun gulai talang tersebut memiliki cita rasa yang unik. Rasa pedas, manis dan asam berpadu dalam satu masakan yang membuat lidah bergoyang saat menyantapnya.

Selain gulai talang, Batanghari juga memiliki kuliner khas lainnya. Salah satunya gulai terjun. Disebut gulai terjun, karena seluruh bahan baku masakan tersebut di masak secara bersamaan. Seperti daging kerbau, undak, santan, cabai dan rempah-rempah. Oleh masyarkat setempat di kenal dengan kata terjun. 

Masakan khas tersebut pada umumnya hanya di masak pada saat warga di daerah itu menggelar hajatan atau pesta pernikahan. Karena bahan baku yang di gunakan cukup sulit untuk di dapat, karena harus daging yang segar baru dipotong.

"Bahan bakunya daging kerbau atau sapi, namun biasanya warga setempat menggunakan daging kerbau, ditambah dengan seperti humbut kelapa, humbut kelapa sawit dan humbut pohon aren,” katanya.

Seiring berjalannya waktu kuliner tersebut saat ini berproses menjadi kuliner khas daerah itu yang selalu di nanti.

Sehingga Yunninta berharap kuliner tersebut dapat terus di populerkan dan di daftarkan hak patennya sebagai kuliner tradisional khas Batanghari. Tujuannnya agar kuliner tradisional tersebut dapat terus di nikmati dan di kenal hingga anak cucu.(*/sm)





Artikel Rekomendasi