JAMBERITA.COM- Bakal calon Bupati Batanghari Hj. Yunninta Asmara merupakan figur paling populer di media sosial hari di Batanghari hari ini. Wanita yang dikenal ramah dan merakyat menjadi sosok pemimpin paling populer di media sosial versi Millenial Net Indonesia sebuah komunitas peneliti trafik berbasis online di Indonesia.
Dalam rilisnya Komunitas ini menyatakan Istri Bupati Batanghari tersebut layak mendapatkan penghargaan Most Popular Leader in Social Media 2019 setelah tim dari Milenial Net Indonesia (MNI) melakukan analisa secara kuantitatif dari data yang dikumpulkan oleh mesin Intelligence Perception Analysis (IPA) yang berbasis Artificial Intelligence secara real time dalam kurun waktu semester terakhir tahun 2019.
"Analisa kita berbasis IPA dalam kurun waktu satu semester terakhir tahun 2019, ibu Yunninta merupakan orang paling populer di media sosial,” ungkapnya.
Kesimpulan ini dia dilakukan dengan cara menghimpun data sepanjang 1 Juli – 31 Oktober 2019 untuk mencari sosok pemimpin yang paling banyak mendapat eksposur positif di tiga (3) platform media social, yaitu Twitter, Facebook, dan Instagram.
Menurut lembaga riset on line ini riset mereka tujuannya bukan penghargaan tentunya tapi mendekatkan diri tanpa sekat dengan warganya. “Jadi ada semacam pendampingan untuk ibu dari komunitas media sosial di Batanghari untuk YA, kami hanya menghitung trafik dan interaksi,” ungkapnya.
Sementara Yunninta mengaku mengucapkan terkejut atas kesimpulan IPA yang telah menobatkannya sebagai Most Popular Leader in Social Media 2019 di Batanghari. Padahal, ibu dua anak ini mengaku keaktifannya di media sosial tidak lain sebagai salah satu cara untuk berkomunikasi secara luas dengan warga sehingga dapat memperoleh informasi utuh dan tercepat guna dijadikan interaksi dan kebijakan aspirasi.
“Saya kan anggota dewan butuh interaksi dan aspirasi unggulan berbasis potensi lokal perlu didukung oleh media sosial dalam mempromosikannya,” imbuhnya.(*/sm)
Namun pada kesempatan ini Yunninta juga mengajak agar senantiasa menggunakan etika atau norma saat berinteraksi dengan siapapun di media sosial.
Untuk diketahui IPA merupakan Komunitas Independen yang melakukan riset aktivitas, agenda, isu-isu strategis, pemikiran menonjol, serta figure atau tokoh terkait dunia kehumasan (public relation/PR) di Indonesia.
Ketika ditanya manfaat dari data penelitian on line mereka terhadap kinerja Yunninta sebagai anggota DPRD, praktisi IT itu mengatakan data yang mereka himpun bermanfaat untuk merumuskan program berdasarkan aspirasi yang berkembang di masyarakat. "Seperti dari obrolan dunia Maya di Batanghari kita bisa tahu 36 aspirasi dan persoalan mendasar yang diharapkan masyarakat, ini baru satu dari banyak manfaat, padahal kegunaan datanya lebih banyak lagi," pungkasnya.(*/sm)
Fasha Janjikan Pemerataan Pembangunan, Tak Mau Lagi Ada Kabupaten Jadi Anak Tiri
Sudah Dua Kali Didukung Gerindra, Fasha Sebut Sudah Ada "Chemistry"
Keluarga Besar Temani AJB Kembalikan Formulir Ke Partai Gerindra
Kembalikan Formulir di PKB, Ramli Taha: Kami Butuh Petunjuk Partai Ulama
Ramai Penjaringan Cakada Pakai Uang Formulir, Bawaslu Sebut Ada Potensi Mahar


Danrem 042/Gapu di Kodim 0419/Tanjab : Jangan Buat Pelanggaran, Apalagi Judol!


