JAMBERITA.COM- Ekosistem gajah di Kabupaten Tebo termasuk salah satu keunggulan yang dimiliki Provinsi Jambi.
Hanya saja habitatnya kini dikepung oleh perkebunan sawit dan akasia.
Ekosistem gajah di Jambi sendiri berada di tiga kantong ekosistem yakni Alam Bukit Tigapuluh, TNKS dan PT Reki.
Beno Fariza Pelaksana Program Konservasi Gajah WWF Indonesia - Jambi mengatakan berdasarkan data Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi mengatakan saat ini jumlah gajah adalah 95-120 ekor.
" Hanya saja, 80 persen gajah berada di luar area konservasi, " Ujar Beno.
Kondisi ini, lanjut Beno membuat ekosistem gajah semakin terdesak. Karena ekosistemnya berada di area penyangga yang merupakan hutan produksi, sawit dan akasia.
Selain itu ekosistem gajah saat ini terpusat di Alam Bukit Tigapuluh yang seluas 60 ribu hektare.
Makanya, Beno mengatakan WWF saat ini adalah untuk memperjuangkan habitat gajah di Tebo agar dilindungi.
Caranya dengan melakukan
mitigasi konflik untuk menyediakan tempat konservasi efektif.(*/sm)
Unik! Warga Bano Rejo Tebo Meriahkan Idul Adha 1447 H dengan Perlombaan Rakyat
Kanwil Kemenkum Jambi Selaraskan Dua Ranperda Tebo, Soroti Hak Disabilitas & Standar Harga Anggaran!
Kota Sungai Penuh dan Tebo Raih Penghargaan Kemendagri, Gubernur Al Haris: Kebanggaan Jambi
BNNP Jambi Ungkap Satu Oknum di Polda Riau Terlibat Jaringan Sabu
Pelaksanaan CPNS di Pemprov Jambi Terancam Batal, BKD: InsyaAllah, Yakin Jadi
Kejati Jambi Sembelih 14 Hewan Kurban, Daging Langsung di Distribusi ke Masyarakat



