JAMBERITA.COM- Inkubator Bisnis Teknologi (IBT) LP2M Universitas Jambi menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Aula Rektorat Unja pada Senin (23/9/2019). Acara yang mengusung tema “Sinergitas Dan Kolaborasi Dalam Menumbuhkan Dan Mengembangkan Perusahaan Rintisan (Startup) Berbasis Teknologi” mengajak peserta dalam kalangan start up binaan.
Kepala Inkubator Bisnis Teknologi, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Jambi, Agus Syarif mengatakan kegaitan ini merupakan komitmen pimpinan Perguruan Tinggi dan stakeholder untuk melakukan sinergitas dan kolaborasi dalam menumbuhkan dan mengembangkan perusahaan rintisan (startup) berbasis teknologi.
“Focus Group Discussion (FGD), IBT LP2M UNJA mengangkat tema Sinergitas dan Kolaborasi dalam menumbuhkan dan mengembangkan perusahaan rintisan (startup) berbasis teknologi,” katanya Senin (23/9/2019).
Ia mengatakan, IBT LP2M UNJA saat ini menginkubasi 2 (dua) usaha mahasiswa dan 7 (tujuh) rintisan usaha alumni dengan teknologi berasal dari hasil penelitian Dosen, 3 (tiga) usaha Alumni dan 2 pelaku UMKM, baik secara inwall maupun outwall.
Aplikasi Belanja Online K.R.I.B.O merupakan usaha alumni yang melalui jalur Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT) tahun 2019. Ada pun pada tanggal 19 Agustus, Usaha berbasis teknologi yang dalam proses inkubasi adalah Probio_FM, FN Technology.
Selain itu, IBT LP2M UNJA pada tahun 2019 memperoleh Program Bantuan Pengembangan Kelembagaan Inkubator Bisnis Teknologi dari Direktorat Jenderal Kelembagaan Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.
Direktorat Jenderal Kelembagaan Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi memfasilitasi pengembangan kelembagaan IBT LP2M UNJA melalui kegiatan terprogram dan terpadu, meliputi bantuan pendanaan, Bimbingan Teknis, rangkaian workshop (Business Model, Business Plan, Action Plan, penyusunan Standar Operasional Prosedur IBT, Pendampingan, dan Focus Group Discussion (FG) serta Business Matching.
IBT LP2M UNJA menjalankan program-program tersebut berlandaskan pada Key Performance Index (KPI) yang telah ditetap bersama. Program-program tersebut tertuang menjadi program kerja IBT LP2M UNJA. Perjalanan pelaksanaan program kerja memerlukan dukungan dari semua pemangku kepentingan (stakeholders) guna capaian optimal.
Oleh karenanya perlu dibangun kerjasama antar lembaga untuk menghasilkan suatu tujuan lebih baik dan lebih besar daripada dikerjakan sendiri. “Selanjutnya perlu dibangun kesadaran bahwa sebenarnya antar lembaga/institusi adalah bagian dari entitas yang bekerja dan berkarya untuk suatu tujuan tertentu (membangun kesejahteraan masyarakat). Oleh karenanya kolaborasi menjadi bagian penting guna mencapai manfaat maksimal dari suatu sumberdaya bisnis agar terjadi efisiensi dan efektifitas,” katanya.
Terkait kelembagaan IBT LP2M Universitas Jambi, Agus mengatakan secara kelembagaan dibentuk berdasarkan Rektor Keputusan Universitas Jambi Nomor 2534/UN21/PB/2017 pada tanggal 30 November 2017. Dasar pertimbangan pertimbangan berdirinya IBT LP2M UNJA adalah untuk mengusung keunggulan nilai akademik sebagai branding Universitas Jambi dalam berkontribusi mendukung pembangunan berkelanjutan.
“Searah dengan visi Rektor Universitas Jambi menuju world class Entrepreneurship University, maka IBT LP2M UNJA diharapkan dapat berperan dalam menumbuhkembangkan jiwa wirausaha mahasiswa dan alumni agar termotivasi menjadi enterpreneur sebagai pilihan karir. Oleh karenanya pengembangan orientasi sumberdaya manusia kearah job creator dan bukan hanya sekedar job seeker dari mahasiswa lulusan Universitas Jambi, menjadi kegiatan utama keberadaan IBT LP2M UNJA,” jelasnya.
IBT LP2M UNJA merupakan pusat layanan yang melakukan kegiatan proses pembinaan, pelayanan, pendampingan, pembimbingan, dan pengembangan dalam upaya membantu tumbuhnya perusahaan pemula berbasis teknologi yang profitable dan sustainable. IBT LP2M UNJA menginkubasi tenant (seseorang atau sekelompok orang yang membangun perusahaan rintisan yang baru tumbuh dan berbasis teknologi) yang menjalani proses inkubasi secara inwall dan outwall.
Tenant inwall merupakan perusahaan yang operasionalnya berlokasi di dalam lingkungan Universitas Jambi dan tenant outwall keberadaan operasionalnya berlokasi di luar lingkungan Universitas Jambi. Proses inkubasi pada tenant dilakukan untuk mendukung pengembangan produk dan/atau pengembangan bisnis perusahaan pemula berbasis teknologi agar dapat menjadi perusahaan yang profitable dan memiliki pengelolaan organisasi dan keuangan yang benar, serta menjadi perusahaan yang sustainable, hingga memiliki dampak positif bagi masyarakat.
Program Inkubator Bisnis Teknologi UNJA ditujukan untk memberikan layanan bagi civitas akademika UNJA baik dari mahasiswa/alumni/masyarakat yang sedang merintis usaha (startup) maupun hasil invensi penelitian dosen yang bernilai komersial di bidang agribisnis dan agri industri. Calon tenant berasal dari Mahasiswa, Dosen dan Pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) serta masyarakat umum.
Calon tenant dari mahasiswa berasal dari kegiatan yang terprogram seperti: Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), Program Mahasiswa Wirausaha (PMW), Program Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia (PKBMI) maupun berasal dari inisiatif mahasiswa secara individual. Calon tenant dari Dosen, Alumni dan masyarakat berasal dari kegiatan Calon Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (CPPBT), Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT), dan inisiatif secara individual.
Inkubator Bisnis di Universitas Jambi sudah ada dari tahun 2013, pada saat itu berdiri pada Fakultas Ekonomi Universitas Jambi menginkubasi 50 Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang berasal dari mahasiswa, alumni dan masyarakat.
Usaha mahasiswa atas nama Patria Prima Putra pada tahun 2014 diikutsertakan dalam kompetisi bisnis mahasiswa Indonesia di Jember yang diikuti oleh 83 Perguruan Tinggi se Indonesia sebagai juara I dengan memperoleh penghargaan PMW Award. Rusdiana Pertiwi pada tahun 2016 memperoleh juara I ajang kompetisi IBM Small Medium Enterprise Indonesia, Best of the Best Entrepreneur Innovator. Selanjutnya Patria memperoleh penghargaan juara I Wirausaha Muda Mandiri bidang usaha boga pada tahun 2017. Lokak usaha nenas goreng juara 2 pada kegiatan Kompetisi Bisnis Mahasiswa di IPB Bogor pada tahun 2018.
Secara kelembagaan, Inkubator Bisnis Unggul Fakultas Ekonomi Universitas Jambi pada tahun 2015 memperoleh penghargaan Pengelola Inkubator Terbaik 6 dari Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia.(*/sm)
Kepala BNPB bersama Pangdam II/Swj dan OPD Sholat Istisqo di Masjid Agung Al Falah
Wakil Ketua DPRD Rocky Apresiasi SAH Mengkoordinasi Penanggulangan Kabut Asap Jambi Dengan BNPB
Hujan Buatan, Besok Pesawat Hercules Tabur Kapur Tohor CaO di Jambi
Hujan di Beberapa Kabupaten di Jambi, BMKG Sebut Hujan Alami, Bukan Buatan
Antisipasi Kabut Asap, DPD Gerindra Jambi Bagi-bagi Masker Gratis


Optimalkan Kinerja B04, Kanwil Kemenkum Jambi Kejar Percepatan Anggaran dan Reformasi Birokrasi


