Jelang Festival Kerinci dan Tour de Singkarak, Pemkab Antisipasi Tarif Parkir Melonjak "Gila-gilaan"



Minggu, 08 September 2019 - 17:55:32 WIB



Sekda Kabupaten Kerinci Gazam bersama Karo Humas Pemprov Jambi Johansyah (Kanan)
Sekda Kabupaten Kerinci Gazam bersama Karo Humas Pemprov Jambi Johansyah (Kanan)

JAMBERITA.COM- Kabupaten Kerinci Jambi kaya akan wisata. Namun kerap yang menjadi sorotan adalah tarif parkir kendaraan yang melonjak gila-gilaan. Bahkan disebut sebagai tarif termahal di dunia.

Pasalnya setiap kali adanya agenda besar yang diselenggarakan di sana tarif kendaraan cukup terbilang mahal. Bahkan satu unit kendaraan mobil saja dikenakan Rp.10.000.

Itu terbukti pada saat acara Wisudawan STIE Sakti Alam Kerinci Sabtu (7/9/2019) kemarin. Tarif parkir kendaraan mobil dipatok Rp.10.000, tanpa karcis. Ini tentu saja menjadi pekerjaan rumah ketika hendak mengadakan suatu acara dalam rangka mempromosikan wisata daerah.

Sekda Kabupaten Kerinci Gazam menyatakan terkait di seputaran wisuda itu wilayahnya Sungai Penuh."Kabupaten tidak ikut campur, walaupun lokasinya, lokasi perkantoran," ungkapnya dikonfirmasi jamberita.com.

Selanjutnya Gazam mengatakan kalau terkait dengan di areal wisata itu sudah diatur oleh pihak pariwisata berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) untuk tarif parkir mobil Rp2000 dan kendaraan motor Rp1000.

"Untuk tahun ini lumayan sudah bisa tertib, tetapi yang tidak bisa tertib itu yang di luar kawasan pariwisata, pinggir-pinggir jalan itu memang, susah kita," terangnya.

Mereka pihak Pemkab sudah mencegah bahkan kata Gazam, Kapolres juga sudah turun tangan. Namun oknum-oknum tersebut beralasan ini adalah kegiatan setahun sekali untuk bisa mereka manfaatkan.

"Tetapi di areal wisata betul, tidak ada lagi tarif parkir yang tidak sesuai dengan Perda, kalau tidak salah Rp2.000 untuk mobil, Rp1000 untuk motor," katanya.

Kemudian, Gazam mengaku pihaknya juga mengantisipasi untuk Festival Kerinci tanggal 2-7 November dan dilanjutkan 8-9 November 2019 agenda Tour de Singkarak yang merupakan even internasional. Rncananya di seputaran kegiatan tidak ada dipungut biaya parkir.

"Untuk objek pariwisata kita tidak dipungut, ya gratis, ya kalau pun ada tarif parkir sesuai dengan Perda," jelasnya.

Memang yang selama ini yang belum bisa mereka tertibkan itu, adalah oknum-oknum masyarakat yang di wilayahnya masing-masing. "Nanti dengan pendekatan, kita dengan Kapolres juga supaya masyarakat ini tertib lah, walaupun ada parkir di luar, jangan lah ber lebih," jelasnya.

Tahun lalu, kata Gazam, sudah adanya yang ditangkap dan ditindaklanjuti oleh pihak berwajib karena sudah termasuk ke ranah Pungutan Liar (Pungli). Gazam berharap atas kejadian itu dapat menjadi pelajaran dan jangan sampai terulang kembali.

"Mudah-mudahan jangan ada lagi yang begitu, kita mengimbau masyarakat supaya menjelang acara festival di November ini, kita akan menggiatkan sosialisasi supaya ini tidak terjadi lagi, kita malu ketika orang ke kerinci tarif parkir nya tertinggi di dunia padahal itu ulah oknum-oknum tertentu," pungkasnya.(afm)




Tagar:

# KERINCI

Artikel Rekomendasi