Gelar Bimbingan Teknis Pasar Asia Pasifik, SAH Ingin SDM Pariwisata Bersertifikasi Dunia



Kamis, 01 Agustus 2019 - 08:21:46 WIB



JAMBERITA.COM- Dalam rangka meningkatkan SDM, institusi di bidang pariwisata di tanah air harus mampu melakukan sertifikasi, termasuk salah satunya dari AHLEI. Pernyataan ini disampaikan Pimpinan Komisi X DPR yang membidangi pariwisata Sutan Adil Hendra (SAH) ketika memberi arahan dalam acara Bimbingan Teknis Sinkronisasi Promosi Pariwisata di Pasar Asia Pasifik  dan Amerika  di Swiss-Belhotel Jambi (31/7) kemarin.

Menurut pria yang akrab disapa SAH tersebut, sertifikasi merupakan kunci menembus pasar pariwisata Asia Pasifik yang harus dilakukan pemerintah dan stake holders pariwisata tanah air, apalagi menurutnya saat ini kita mengalami situasi rendahnya jumlah institusi bidang pariwisata, apalagi sertifikasi sekelas American Hotel and Lodging Educational Institute (AHLEI). 

Dalam penilaian Anggota Fraksi Partai Gerindra ini sertifikasi CHE dari AHLEI sangat penting. Karena, berdampak pada peningkatan kualitas mahasiswa yang langsung berinteraksi dengan dosen.

"Pada pendidikan vokasi kepariwisataan, tenaga pendidik dalam hal ini dosen memiliki tugas berat, meningkatkan kualitas diri agar bisa meningkatkan kualitas mahasiswanya melalui perkuliahan, sehingga sertifikasi AHLEI ini sebagai jembatan untuk mencetak tenaga pariwisata handal di tanah air," ungkapnya. 

AHLEI sendiri merupakan institusi nonprofit yang berdiri sejak tahun 1953. Anggota America Hotel and Lodging Association (AHLA) juga melaksanakan pendidikan di bidang Hospitalily Educator. Serta sertifikasi profesional di berbagai tingkat dengan mengutamakan kualitas.

Institusi ini memiliki reputasi yang telah diakui secara internasional dengan melakukan afiliasi ke perguruan tinggi atau lembaga pendidikan dan hotel di lebih dari 54 negara.

"Program pelatihan CHE dirancang sebagai bentuk pengakuan yang menilai para dosen atau tenaga pendidik dari aspek pengetahuan (knowledge) pengalaman mengajar (experience) serta standar-standar lain yang telah ditentukan oleh institusi tersebut. Dari pengakuan professional CHE itu, kita harap bisa meningkatkan kinerja dosen atau tenaga pengajar," beber SAH di hadapan para pelaku wisata Jambi.

Sehingga menurut legislator dari Provinsi Jambi ini sertifikat AHLEI membuat dosen bidang kepariwisataan tidak hanya berkompetensi, tetapi juga semakin berkualitas. Baik meningkatkan citra dosen,sekaligus meningkatan citra institusi. 

"Karena pada prinsipnya, jika ingin mendapatkan sumber daya yang bisa bersaing secara global, berarti standar yang digunakan juga harus global. Agar pariwisata Indonesia khususnya Jambi bisa memiliki SDM berkualitas juga," tandasnya.(*/sm)

 

 





Artikel Rekomendasi