JAMBERITA.COM - Kementrian Kesehatan RI mengeluarkan surat hasil review kelas rumah sakit seluruh Indonesia termasuk di Provinsi Jambi.
Dari surat yang berisi tentang rekomendasi penyesuaian kelas rumah sakit hasil review kelas rumah sakit tersebut, di Provinsi Jambi.
Ada delapan rumah sakit yang turun kelas. Sedangkan yang berada di Kota Jambi sendiri ada empat rumah sakit.
Rumah sakit yang turun tipe tersebut diantaranya RSUD Sungai Gelam Muaro Jambi dari tipe D ke D (pratama), RSUD Ahmad Ripin Muaro Jambi dari tipe C ke D. Lalu RSUD Abdul Manap Kota Jambi dari tipe C ke D, RSU Santa Theresia dari dari tipe C ke D, RS Bhayangkara Jambi dari C ke D dan RSUD Hanafie dari tipe B ke C.
Selanjutya rumah sakit layanan diluar kekhususan yaitu RS Jiwa Daerah Jambi dari tipe B ke C dan RS Anak dan Ibu Annisa dari C ke D.
Namun dalam surut tersebut, tertera bahwa pihak rumah sakit diberi kesempatan untuk menyanggah dengan memberikan data. Kesempatan diberikan hingga 28 hari setelah surat dari kementrian dikeluarkan.
Menanggapi hal ini Wakil Walikota Jambi Maulana mengaku sudah mengetahui hal tersebut. Sebab, RSUD Abdul Manap yang merupakan RS milik Pemkot Jambi menjadi salah satu RS yang turun tipe yakni dari C ke D. “Ya, saya sudah mendapatkan laporan tersebut dari Bapak Direktur Rumah Sakit dan kita menyanggah hal tersebut,” ujarnya.
Saat ini, kata Maulana, RSUD Abdul Manap sudah memiliki fasilitas, kelengkapan, infrastruktur hingga SDM perawat, dokter dan dokter spesialis yang sudah sesuai dengan tipe C.
Bahkan saat ini pihak RS sedang mempersiapkan rumah sakit tersebut agar naik tipe menjadi tipe B.
“Saat ini semua fasilitas maupun tenaga dokter spesialisnya sudah banyak. Kita menyanggah itu, sebab dari segi SDM sudah sesuai di tipe c dan kita dorong ke tipe B. N Namun untuk tipe B inikan kita butuh konsultan sementara memang kita belum memiliki konsultan saat ini,” bebernya.
Dikatakan Maulana, pihak rumah sakit sudah berangkat ke Jakarta untuk menemui Kementrian Kesehatan RI. Sebab, didalam surat rekomendasi tersebut, pihak RS diberi waktu hingga 28 hari untuk menyanggah surat tersebut dengan membawa data lengkap mengenai fasilitas rumah sakit. “Saya sudah minta direktur untuk datang ke Jakarta. Dan saat ini sudah di Jakarta. Kita membawa data yang ada di rumah sakit. Apa saja fasilitas yang kita miliki saat ini,” ujarnya.
Menurutnya, ada ketidakcocokan data yang diperolah dari Kementrian Kesehatan dengan data real yang ada di lapangan saat ini. Sebab, menurutnya, tidak ada tim dari Kementrian Kesehatan yang turun langsung mengecek kondisi di lapangan.
Kemungkinan mereka hanya mengecek dari data online saja. “Jadi tim datang untuk mencocokkan data yang mereka pegang dengan data real di lapangan. Seperti apa data mereka, kita cocokkan,” jelasnya.
Maulana juga menyayangkan adanya penurunan tipe tersebut. Sementara fasilitas dan jumlah dokter spesialis di RSUD Abdul Manap sudah cukup lengkap. “Kasihan juga masyarakat kalau mengetahui hal ini. Nanti mereka bingung. Ini juga berpengaruh terhadap kepercayaan masyarakat. Kalau RS tipe D itukan yang dilayanikan hanya empat leyanan yakni pelayanan spesialis bedah, spesialis obgyn, specialis anak, dan spesialis penyakit dalam. Sedangkan kalau di RSUD Abdul Manapkan lebih dari itu pelayanan spesialis yang kita layani,” bebernya.
Maulana berharap dengan pencocokan data nantinya bisa merubah tipe rumah sakit. Sebab berdasarkan real di lapangan sudah sesuai dengan tipe C. “Kita berharap ini bisa segera diselesaikan seluruh data yang ada sehingga tidak ada kesalahan dalam pengimputan data,” pungkasnya. (*/sm)
H-4 Kejurnas Dayung di Danau Sipin, 2 Kontainer Perahu Standar Internasional Tiba di Jambi
Selesai Tugas dari Papua, Kepulangan Satbrimob Langsung Disambut Kapolda Jambi
Baru 10 Bulan Jalani Hukuman, Satu Orang Napi di Lapas Kelas II A Jambi Tewas Gantung Diri
Polda Jambi Tangkap Ketua SMB Bersama Puluhan Pelaku Perusakan Kantor WKS dan Penyerangan Anggota TN
Jadi Pemateri di Rakor TP PKK Se Provinsi Jambi, Luthpiah Pinta Ibu Camat Kerja yang Ikhlas


Optimalkan Kinerja B04, Kanwil Kemenkum Jambi Kejar Percepatan Anggaran dan Reformasi Birokrasi


