Masuk Puncak Musim Kemarau dan Kekeringan, Warga Diminta Waspada Api



Rabu, 03 Juli 2019 - 15:12:52 WIB



JAMBERITA.COM - Memasuki masa puncak musim kemarau panjang selama periode Juli hingga Agustus 2019 tahun ini,  ancaman terhadap bahaya kebakaran lahan dan hutan ikut menghantui warga.

Pasalnya, informasi dari BMKG Provinsi Jambi, puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Bulan Juli sampai Agustus mendatang.

"Tahun kemaren kebun saya nyaris ludes terbakar. Untung saja baru satu batang sawit saya yang terbakar saat itu, tim Damkar dengan dibantu warga cepat memadamkan api sehingga tidak sampai melalap semua kebun saya," ungkap Edi warga Kecamatan Betara, Tanjung Jabung Barat, Jambi, Rabu (3/7/2019).

Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat sendiri terlihat tidak tinggal diam dan mulai bersiaga terhadap potensi bahaya kebakaran lahan dan hutan.

Seperti diutarakan Kepala Badan Penanggulngn Bencana Daerah Tanjab Barat, Kosasih, kepada awak media menjelaskan bahwa dari hasil pantauan satelit, di wilayah Tungkal ulu terpantau muncul beberapa titik panas.

"Ini membuktikan bahwa telah mulai masuknya musim kemarau," terang Kosasih.

Kosasih menyebutkan, untuk kemarau tahun ini, diprediksi suhu panas akan jauh lebih tinggi di tahun sebelumnya. ‎Dengan keadan suhu yang lebih panas ini itu, maka kita wajib meningkatkan kewaspadaan. Karena, sekecil apa pun percikan api akan berakibat kebakaran besar pada lahan dan hutan.

"Kebiasaan di sinikan, buka lahannya dengan cara bakar. Makanya kita ingatkan masyarakat untuk setop menggunakan cara tersebut membakar lahan," tegas Kosasih.

Selain memberikan peringatan dan himbauan kepada masyarakat, BPBD juga terus melakukan penggalakan masyarakat peduli api (MPA). Dengan melibatkan pihak peruasahaan. "Tujuannya untuk saling bahu membahu mencegah kebakaran," tandasnya. (Henky)




Tagar:

# TANJABBARAT

Artikel Rekomendasi