JAMBERITA.COM- Komisi Pendidikan DPR RI meminta pemerintah bisa mendesain satu program percepatan (akselerasi) agar Perguruan Tinggi Negeri ataupun Swasta di Indonesia bisa menembus peringkat dunia.
Pernyataan ini salah satunya disuarakan Sutan Adil Hendra (SAH) Pimpinan Komisi X DPR RI. Berbicara di sela - sela kunjungan kerja spesifik di Jambi (23/6/2019) kemarin, Anggota Fraksi Partai Gerindra tersebut mengatakan saat ini PTN seperti UI dan UGM baru bisa menempati peringkat 300 dunia, atau peringkat 11 di Asia.
"UI dan UGM itu saja di dunia baru peringkat 296, sedangkan NUS di Singapura sudah duduk di posisi 11 dunia, ini artinya apa, ada sebuah kesenjangan yang harus kita lakukan percepatan agar PTN atau PTS kita bisa sejajar dengan perguruan tinggi di kawasan Asia Tenggara minimal," ungkapnya.
Seperti diketahui setiap tahunnya, sejumlah lembaga di dunia mengeluarkan peringkat universitas terbaik di seluruh dunia. Salah satunya oleh lembaga bernama QS yang merilis peringkat untuk tahun 2019.
Peringkat universitas menurut QS Dua universitas di Singapura adalah universitas terbaik di Asia, UI berada di peringkat 296 dunia, turun dari 292 dari tahun sebelumnya.
MIT masih merupakan universitas terbaik di dunia delapan tahun berturut-turut, sedangkan dua universitas di Singapura, Nanyang Technological University dan National University of Singapore sama-sama menduduki peringkat 11 dalam daftar 500 universitas terbaik di dunia, jelasnya.
Dari Indonesia, universitas yang mendapat peringkat tertinggi adalah Universitas Indonesia yang berada di peringkat 296, turun dari peringkat setahun sebelumnya yaitu 292. Yang mengalami peningkatan tajam adalah Universitas Gadjah Mada Yogyakarta yang naik ke peringkat 320.
Selanjutnya pentolan Komisi X DPR RI menjelaskan dalam menentukan peringkat ini, QS menggunakan beberapa kriteria seperti reputasi akademis, penelitian yang dilakukan, rasio antara staf dengan mahasiswa dan seberapa mudah lulusan mendapat pekerjaan.
"Saya pikir kita semua tahu membangun reputasi menjadi world university tidaklah mudah, banyak dimensi yang perlu diperbaiki, tetapi kita ingin ada pilot project dua atau tiga universitas kita yang bisa melakukan akselerasi peringkat ini, dan tentunya membutuhkan dukungan dari pemerintah khususnya Kemenristekdikti," tandasnya.(*/sm)
HUT Bhayangkara ke 73, Ditlantas Polda Jambi Beri Pelayanan Cetak SIM Gratis, Ini Jadwalnya
Pelatihan PPRG Bagi SDM Perencana Resmi Ditutup, Ini Kata Kadis DP3AP2 Luthpiah
Pasca Pengrusakan Mapolsek Batin XXIV, Kapolda Jambi Turun Redamkan Aksi Warga
Rangkaian HUT Bhayangkara ke 73 di Makorem Berlangsung Sukses
Provinsi Jambi Absen dari Undangan Expo dari Dua Negara, Ini Alasannya

