JAMBERITA.COM, JAKARTA - Binmas Noken Polri melalui program pelatihan dan pendampingan kepada masyarakat Papua lewat spot pertaniannya diakui sudah banyak memberikan dampak positif kepada orang asli Papua. Khususnya dalam hal keterampilan bertani.
Apresiasi pun datang dari kepala pusat studi pembangunan pertanian & pedesaan Institut pertanian Bogor Dr Sofyan Sjaf, disela sela pertemuannya dengan tim Binmas Noken, ia mengatakan jika Binmas Noken telah berhasil masuk dan dan mengembangkan Aktivitas Pertanian di wilayah Papua, Jumat ( 24/19/2019).
Ia engatakan jika 73.14 % dari umber daya alam di Indonesia adalah desa pertanian, dan binmas noken merupakan salah satu contoh yang sangat baik bagaimana masuk ke desa kemudian mengelola sumber daya alam tersebut.
"Karena trend kedepan adalah bagaimana kita masuk ke desa kemudian mengelola sumber daya alam yang notabene nya 73,14 % adalah desa desa pertanian di seluruh wilayah republik Indonesia, maka binmas noken ini merupakan salah satu contoh yang sangat baik", ujar Sofiyan.
Selain itu, dirinya juga menyampaikan harapan nya yang besar agar kepolisian dapat memaksimalkan potensi yang ada pada program binmas noken dengan cara berkolaborasi dengan komunitas dan instansi terkait,agar mendapatkan bahan bahan dan contoh yang terbaik dari para pakar bidang pertanian sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani nantinya.
Lebih lanjut dalam kesempatan tersebut dirinya yang juga menjabat sebagai kepala pusat studi pembangunan pertanian & pedesaan Institut pertanian Bogor mengatakan jika ia berama teman teman IPB siap mensuport kepolisian dalam hal ini binmas noken untuk mensejahterakan nasib petani khusus nya di Papua.(*/sm)
Polri Buka Suara soal Video Viral Pemukulan Remaja oleh Brimob
Kapuspen TNI Bantah Provokator di Masjid Petamburan Anggota Bais, Berikut Klarifikasinya
Usut Tuntas Kasus Kekerasan Jurnalis Saat Meliput Aksi 22 Mei
HUT Kota Jambi Diwarnai Aksi Unjuk Rasa Ratusan Warga Terdampak Zona Merah Pertamina



