Goresan Tinta Buat HBA: Tetap di Senayan Atau Ikut Pilgub Jambi?



Rabu, 15 Mei 2019 - 21:37:59 WIB



Oleh Said Pariq*

Pak HBA adalah sosok yang tidak mungkin bisa saya lupakan. Dalam hidup saya, beliau orang tua paling berjasa. Kalaulah saya boleh menyampaikan isi hati saya, maka akan saya tuliskan sejengkal kalimat berikut ini tetapi ini bukan merupakan surat terbuka.

Kami masih merindukan bapak untuk membangun Jambi. Kinerja bapak jelas dan terukur, kata lain dari kongkrit, pembangunan infrastruktur dan SDM berjalan seiring. Itu menunjukan bapak adalah seorang yang piawai dalam menjalankan roda pemerintahan. Bapak tidak bekerja sendiri. Bapak bekerja dengan tim yang solid. Semua kebagian haknya dalam mencari rizqi. Bapak sosok pemimpin dan sosok orang tua yang bijaksana

Saya membayangkan, dengan bapak membangun Provinsi Jambi dari kota kecil bernama Kota Jambi, yang luasnya tidak lebih dari 210 km2. Sebagai pusat ibukota pemerintahan provinsi, bapak mampu membawa pertumbuhan ekonomi sampai dengan 7.24%  pada tahun 2014, lebih tinggi dari target capaian pertumbuhan ekonomi secara nasional 5.11%.

Slogan jambi EMAS di tangan bapak dan Fachrori Umar berhasil dengan gemilang. Rintisan pelabuhan Ujung Jabung, SAMISAKE yang menggema seantero Nusantara, membawa presiden SBY sempat memindahkan Istana Negara  di sepucuk jambi sembilan lurah, dengan berkantor selama 3 hari dan  Itu hanya terjadi di saat kepemimpinan  bapak di Provinsi ini.

Kalau boleh saya berandai, ini sama dengan kisah bapak saat saya berkesempatan wawancai  live di stasiun TVRI Jambi. Bapak memaparkan tidak pernah bermimpi seperti ini. Bapak terlahir dari keluarga sederhana. Bapak dengan susah payah menamatkan sekolah. Hidup dari keluarga kecil yang jauh dari kata berkecukupan. Bapak mampu kemudian membawa harum Provinsi Jambi di tingkat nasional dengan menitih karier dari staff dengan eselon paling rendah sampai ke jenjang jabatan karier birokrasi paling bergengsi.

Bapak duduk menjabat sebagai sekretaris daerah Pemerintah Kota Jambi. Tidak sampai disitu bapak pun diberi amanah menjadi seorang Bupati di Sarolangun, dan kemudian dilanjutkan sebagai Gubernur di Provinsi Jambi, bapak mengakhiri masa jabatan bapak dengan baik.

Dari  kota kecil bapak mampu melakukan itu semua dengan segala keterbatasan yang dimiliki, dan Kemudian Allah SWT kembali mengijabah do'a  bapak.  Do'a  keluarga bapak. Dan do'a  seluruh rakyat Jambi yang rindu dengan bapak. Akhirnya bapak mampu kembali memperoleh suara terbanyak untuk duduk sebagai perwakilan di Gedung DPR RI sebagai anggota legislatif.

Saya tidak bisa membayangkan, dengan segala keterbatasan yang bapak miliki, bapak mampu membangun dari kota kecil bernama Jambi. Sekarang dengan segala apa yang bapak miliki, saya yakin bapak akan mampu membawa Provinsi Jambi sebagai salah satu provinsi yang diperhitungan dan sejajar dengan provinsi-provinsi  besar yang ada di Indonesia. Sekarang bapak akan membangun Jambi dari kota besar bernama Jakarta.

Saya ingin bapak kembali membangun Jambi. Tapi tidak dari Jambi, karena itu sudah bapak lakukan.  Saya yakin walau tidak semua rakyat Jambi sepakat, saya ingin bapak membangun Jambi dari Pusat. Tidak hanya bapak sebagai Anggota DPRI-RI,  mungkin ada mimpi yang tertunda, yang nanti nya juga akan diijabah oleh Allah swt kembali Bapak masuk dalam jajaran kabinet sebagai seorang MENTERI. Begitu bangganya kami pak, kami mendoakan kesehatan bapak, kami mendoakan kesuksesan bapak. Tiada kata yang bisa membalas budi baik bapak kecuali mendoakan bapak dengan setulus hati.

 *Penulis Ketua Korps ALUMNI KNPI Provinsi Jambi

 



Artikel Rekomendasi