JAMBERITA.COM - Wacana kerjasama pengelolaan aset Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi yakni Gentala Arasy dan RTH Tugu Juang ke Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi terancam dibatalkan.
Pasalnya, menurut Sekda Provinsi Jambi M Dianto, bahwa Pemkot Jambi bukan meminta kerjasama pengelolaan, tetapi meminta aset tersebut dihibahkan sehingga membuat Pemprov Jambi untuk berfikir kembali.
Pemprov tidak ingin dinilai oleh pemerintah pusat seakan tidak mampu mengelola aset.
"Saya sudah mendapatkan surat dari pak gubernur beberapa bulan lalu. Pada saat kemarin mau berkemu dengan pihak pemkot, ternyata kota menurut Asisten III dan Bappeda itu minta dihibahkan," ungkapnya beberapa waktu lalu, (30/4/2019).
Selanjutnya, Dianto mengatakan pihaknya Pemprov Jambi tidak mungkin menghibahkan aset tersebut dan sekarang ini mereka tengah membicarakan bagaimana untuk mengurus Gentala Arasy dan RTH Tugu Juang.
"Maksud kita sejak awal pembicaraan bahwa Gentala Arasy dikelola oleh Pemkot. Masalah kebersihan dan parkiran, paling tidak Pemkot bisa membersihkan wajah kota Jambi dan mudah-mudahan kalau ini bersih, piala Adipura itu akan dapat lagi ke kota Jambi," terangnya.
Di sisi yang lain terang Dianto, karena memang untuk kebersihan dan parkiran di lingkungan Pemprov Jambi tidak adanya Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang mengurusi seperti itu. Tidak ada OPD mereka yang mengurus Pedagang, tidak ada yang mengurus parkiran dan kebersihan.
"Kalau pemkot tidak mau ini kerjasama pengelolaanya, artinya kami harus mencari pihak ketiga nanti yang kami siapkan anggarannya untuk melakukan pembersihan dan penataan kawasan sekitar Gentala Arasy dan RTH tugu juang," ungkapnya.
Untuk sementara, mengenai anggaran dalam penataan dan kebersihan itu kata Dianto pada Dinas Pariwisata dan pembenahan di Dinas PUPR yang sudah melapor ke Gubernur Jambi.
"Kemungkinan akan dianggarkan di perubahan anggaran tahun ini, mungkin untuk perbaikan di gentala Arasy," tegasnya.
Sejauh ini rencana pengelolaan, belum ada titik temu antara Pemprov dan Pemkot Jambi, padahal Dianto menyatakan mereka sudah ingin bertemu untuk membahas itu, akan tetapi setelah mendapat telepon bahwa Pemkot tidak mau kerjasama pengelolaan, tapi mau dihibahkan.
"Jadi pikiran kita kemarin cuma pengelolaan, teryata pak walikota itu minta dihibahkan, kalau dihibahkan panjang lagi ceritanya tuh," pungkasnya.(afm)
Harga Bawang Putih di Pasar Jambi Menggila, Rp100 Ribu/Kilogram
Hari Pendidikan Nasional 2019, SAH Ingatkan Pendidikan Yang Merata Dan Berkualitas Jadi Prioritas
Belimal, Kegiatan Baksos Sambut Ramadhan di Lingkungan Pertamina EP Asset 1 Jambi
May Day, Polda Jambi Turunkan Mobil Commando Center Antisipasi Penyusupan Provokasi
Adharani Mahasiswi Ilmu Komunikasi STISIP NH Terpilih Jadi Duta GenRe Kota Jambi
Siapkan Akreditasi Unggul, FKIP UNJA Gelar Workshop Penjaminan Mutu



